Halo Bloggers ! Sudah lama juga yah aku enggak nulis lagi disini hehehe. Sekarang aku akan membagi pengalamanku yang Di Hubungi oleh Telemarketer yang Menawarkan Asuransi. Disini aku enggak menjelekkan pihak manapun ya. Disini aku haya berbagi pengalaman saja, siapa tahu ada juga yang mengalami hal ini.

call log

Call Log

Sekitar beberapa bulan lalu, aku membuka rekening di salah satu bank. Setelah beberapa waktu kemudian, handphoneku berdering dengan nomor yang tidak dikenal. Pada layar handphoneku, terlihat informasi bahwa nomor yang menelponku berasal dari Greater Jakarta. Jujur aja ya, aku paling males ngangkat telpon yang enggak aku kenal. Jadi saat itu aku enggak angkat telpon itu. Karena enggak aku angkat, semenit kemudian dihubungi lagi. Cuma aku baru ngeh, kalau yang telepon pertama dengan telepon kedua memiliki nomor yang berbeda.

Semenit kemudian dari telpon kedua, telepon rumahku berdering. Aku angkat telepon rumahku tanpa berpikir panjang, karena aku pikir ibuku yang menelepon. Ketika aku bilang halo, si penelepon tersebut langsung menyebutkan nama lengkapku. Ternyata itu dari bank. Aku mulai mendengarkan informasi apa yang diberikan dan aku jawab seperlunya saja. Kemudian telemarketer itu sampai pada menyebutkan suatu program asuransi dari bank tersebut. Aku lupa nama telemarketer itu, pastinya dia seorang laki-laki kalau didengar dari suaranya.

Telemarketer itu menjelaskan tentang program asuransi tersebut. Kalau enggak salah ingat namanya Pro Maxima atau Pro Maxima Plus. Telemarketer itu menjelaskan bahwa biaya premi bulanan yang dipotong melalui rekeningku untuk biaya tersebut adalah Rp 127.000 per bulan. Sehingga biaya perharinya bila dihitung hanya Rp 4000. Kalau gak salah ingat sih seperti itu ya informasinya. Lalu telemarketer itu bertanya dengan maksud untuk meyakinkanku. “Betul kan mbak?”, seperti itu, dan aku enggak jawab pas ditanyai seperti itu.

Baca Juga : Biaya Kelebihan Bagasi Penerbangan Air Asia Indonesia

Lalu telemarketer itu menjelaskan kembali bahwa bila terjasi kecelakaan bakalan dapet uang, nominalnya lupa berapa. Telemarketer itu menjelaskannya sangat cepat, sehingga aku jadi males buat dengerin dan aku langsung to the point bertanya, “Ini asuransi enggak wajib ikut kan?”. Telemarketer itu menjawabnya bahwa menyarankan agar aku mengikuti asuransi tersebut. Sehingga kesimpulanku bahwa asuransi ini enggak wajib.

Telemarketer itu melanjutkan lagi bertanya, apakah aku setuju atau tidak untuk megikuti asuransi tersebut. Aku menjawabnya dengan sopan, bahwa aku enggak bisa mengambil keputusan apapun karena apapun harus bertanya dulu kepada orang tuaku. Selanjutnya jawaban telemarketer tersebut benar-benar membuat aku kesal dan merasa tersinggung.

T : Menurut mbak, program ini merupakan hal positif atau tidak? Pasti Positif kan?
A : Iya.
T : Lalu mana ada orang tua yang tidak mendukung hal sepositif ini?
A : Bukan seperti itu, soalnya saya sudah ikut asuransi lain.
T : Bisa diinformasikan asuransi apa yang sudah ada?

block list

Block List

Menurut aku, walau hal itu positif banget, tapi gak semua orang mau mengikuti program itu. Banyak alasan yang bisa mendukung hal itu, misalkan nasabah sudah menggunakan beberapa asuransi lain dan merasa hal itu sudah cukup. Bisa juga alasan lainnya orang itu memang ekonominya belum mampu untuk ikut asuransi karena buat makan aja susah. Jadi menurutku telemarketer ini lain kali, cara penyampaiannya harus diperbaiki agar nasabah tidak tersinggung karena hal itu.
Lalu telemarketer itu juga menanyakan asuransi apa saja yang sudah aku gunakan. Kepikiran sih setelah dia tahu dia emangnya mau ngapain ya. Terus juga gunanya buat apa. Menurutku sih hal seperti ini gak usah ditanyakan juga.

Setelah telemarketer menanyakan hal tersebut, aku langsung tutup telepon. Bener-bener ngemalesin banget dah. Apalagi waktu itu aku lagi nonton drama korea. Mending lanjutin nontonnya aja hahaha. Lalu aku silent handphoneku. Sore harinya aku lihat di handphone, kalau salah satu nomor yang menghubungiku tadi pagi, menghubungi aku lagi. Kesan yang aku dapat adalah kok telemarketer ini ngejar-ngejar banget ya biar aku mau jawab iya.

Lalu aku telepon ke Call Center Bank tersebut untuk berbicara langsung dengan Customer Service nya (CS). Yang paling aku takutkan adalah jangan-jangan ini penipuan. Soalnya sebelumnya aku enggak begitu tahu bahwa ada telemarketer yang menawarkan asuransi. Tetapi pihak CS telah memberitahu bahwa bank tersebut memang memiliki program tersebut. Aku juga menyampaikan ke CS bahwa telemarketernya berbicara sangat cepat, memberikan kesan memaksa, dan meminta untuk dijawab cepat-cepat. CS tersebut meminta maaf karena hal itu.

Yang paling menjadi pikiran adalah apakah uang di rekening akan aman? Pihak CS menjawab uang yang ada di rekening akan aman apabila selama percakapan tadi aku tidak ada menjawab setuju untuk mengikuti program asuransi tersebut. Semua percakapan di telepon tersebut direkam oleh piha mereka sebagai bukti. Setelah hal itu terkonfirmasi, aku meminta kepada pihak CS tersebut agar telemarketer tidak menawarkan asuransi lagi karena hal itu sangat mengganggu dan memaksa. Lalu CS mengatakan akan menyampaikan hal tersebut.

Kemudian aku searching di Google apakah ada juga yang mengalami hal serupa dengan ku dan membuat ceritanya di blog mereka. Beberapa web atau blog yang aku temui tentang di hubungi oleh telemarketer yang menawarkan asuransi adalah :

  • https://antonbi.wordpress.com/2009/02/04/warning-penawaran-asu-ransi-bni-via-call/#comment-49
  • http://archive.kaskus.co.id/thread/14129110/0/tidak-aman-menjadi-nasabah-bni
  • http://www.kaskus.co.id/thread/53689742a2cb17d24e8b4747/pro-maxima-plus-bni
  • http://rumahpengaduan.com/2014/07/17/saldo-rekening-bni-terdebet-otomatis/
  • https://jfkoernia.wordpress.com/2010/08/26/hati-hati-terhadap-telemarketing-asuransi/

Setelah aku menghubungi Call Center Bank tersebut, entah kenapa aku masih tetap meraa gelisah, sehingga aku masih searching pengalaman orang-orang yang di hubungi oleh telemarketer. Aku memutuskan batas toleransi para telemarketer adalah sampai besok saja. Bila besok mereka berhenti menghubungiku, aku akan membiarkan uangku tetap di rekening bank itu. Bila dihubungi lagi, maka aku akan memindahkan uangku ke rekeningku yang lainnya.

Baca Juga : Pengalaman Membuat E-Paspor / E-Passport

Esok hari itu tiba, ketika aku masih mandi dan enggak dengar handphoneku berdering sebanyak 2 kali. Waktu itu aku menggunakan lagunya EXO-K yang judulnya Overdose sebagai nada dering. Jadinya kalau ada yang menelepon akan ribut hahaha. Ibuku yang masuk ke kamarku untuk melihat siapa yang menghubungiku. Ibuku memberitahuku, “Itu ada yang nelpon ke hape kamu, ada tulisan Greater Jakarta”, jangan-jangan telemarketer lagi tu”. Aku juga berpikir hal yang sama.

Enggak sampai 1 menit, telepon rumahku berdering lagi dan di angkat sama ibuku. Ternyata itu telemarketer lagi dan menanyakan ada aku atau tidak. Ibuku menjawab bahwa aku enggak ada dirumah. Tak berhenti disitu, telemarketer itu menanyakan ada nomor lainku gak yang bisa dihubungi, dengan cepat ibuku bilang enggak ada. Maka ditutup teleponya sama ibuku.

Lalu siangnya aku pergi untuk menarik semua uang dari rekening bank tersebut dan memindahkannya. Karena dengan hal itu aku baru bisa tenang dan semua nomor telepon yang digunakan oleh pihak telemarketer itu aku blokir semua. Sekedar informasi saja, beberapa nomor telepon yang telah menghubungi aku adalah :

  • 021 50101207
  • 021 29554145
  • 021 50100220
  • 021 50651230
  • 021 50651357

Belajar dari kejadian ini, jadinya setiap ada bank yang menghubungiku untuk menawarkan asuransi, aku mendengarkan baik-baik. Jika enggak minat tinggal bilang tidak saja. Kalau pihaknya masih memaksa, teleponnya langsung tak matikan lalu nomernya aku block. Kalau minat dengan asuransinya, minta pihak telemarketernya untuk berbicara pelan-pelan agar tidak terjadi kesalahpahaman karena itu kan menyangkut duit. Hehehe, sekian aku menceritakan pengalamanku yah. Semoga bermanfaat yah πŸ™‚