Sebelumnya aku sudah pernah membahas mengenai apa itu Bronchopneumonia. Kali ini aku akan membahas tentang Bronchitis. Aku mengalami ini semenjak tanggal 25 Februari 2017 sampai sekarang. Gejala yang aku alami juga hamper sama dengan Bronchopneumonia, yang semuanya berawal dari radang tenggorokan, kemudian batuk-batuk dan disertai flu. Selama 2 minggu aku sudah ke rumah sakit sebanyak 2 kali karena obat yang aku minum dari dokter tidak ada perubahan sama sekali. Lalu tanggal 6 Maret 2017 aku sudah benar-benar tidak kuat dengan batukku, aku kembali ke rumah sakit lagi. Disana dokter umum mengatakan kalau sampai 2 hari lagi aku masih batuk, maka aku harus kembali ke rumah sakit untuk dilakukan rontgen. Tetapi karena 2 hari lagi aku harus berangkat ke Singapura, aku hanya bisa berpasrah diri berharap aku bisa lebih baik esok harinya dan beristirahat dirumah.

Selama dirumah juga enggak mengalami perubahan yang berarti. Sampai akhirnya di hari keberangkatanku ke Singapura, menunggu di boarding gate udah ribut sama batukku saja. Aku berharap selama penerbangan kalau Tuhan bisa redam sebentar aja batukku. Yang paling jelek itu rasanya ketika take off dan landing. Sudah batuk enggak reda, pakai acara flu segala. Jadinya selain dada sudah nyeri, telinga juga ikutan sakit. Setelah tiba di Singapura, berapapun harga air putih aku pasti membelinya. Karena kemana-mana aku harus membawa air putih untuk meredam batuk.

bronchitis

Rontgen for Thorax PA

Di hari pertama liburan di Singapura, aku sudah tertidur sekitar pukul 11.30pm. Mendadak kebangun sekitar pukul 1.30am karena batuk yang keras banget. Sampai aku lari ke kamar mandi, seolah-olah dahak akan keluar tetapi nyatanya dahaknya tidak bisa keluar. Itu aku rasakan setiap malam selama di Singapura. Setelah kembali ke Bali juga masih batuk-batuk hanya saja tidak separah saat bepergian. Tetapi ada hal yang masih aku rasa aneh sampai detik ini, saat aku menulis artikel ini. Sepertinya terdapat dahak atau lendir yang terus saja berada di tenggorokanku.

Aku memutuskan untuk ke Rumah Sakit BROS di Denpasar karena sudah merasa terlalu lama untuk merasakan dahak yang nyangkut di tenggorokan dan batuk-batuk. Setiba di rumah sakit, aku menjelaskan seperti apa keluhanku dan dokter juga melihat histori yang ada di arsip. Akhirnya aku diminta untuk melakukan foto rontgen yang kurang lebih aku lakukan sekitar pukul 9.20pm hari itu. Ketika namaku dipanggil untuk melakuka foto rontgen, aku diminta membuka pakaian atas yaitu baju dan bra dan mengenakan pakaian pasien. Jika memakai kalung pun juga harap dilepaskan. Aku diminta untuk berdiri dan badan bagian depan menempel di tempat semacam papan. Posisi tangan berada di punggung belakang. Kurang lebih gambarnya seperti di bawah ini.

Bronchitis

Bronchitis Rontgen

Tidak sampai 5 menit hasil foto rontgenku sudah selesai dan kemudian aku memberikannya ke perawat untuk di berikan ke dokter umum. Dokter itu kemudian memanggilku dan memberikan penjelasan bahwa seperti dugaan dokter sebelumnya, kalau dugaan dokter yang sebelumnya memeriksaku itu aku terkena Bronchitis Acute. Aku disarankan segera untuk berkonsultasi dengan Spesialis Paru-Paru atau Internis. Tetapi dokter tersebut merekomendasikan bahwa aku lebih baik ke Spesialis Paru-Paru karena kemungkinan besar aku bakalan di cek darah untuk mengetahui bakteri apa yang terdapat di paru-paruku. Aku dibuatkan surat rujukan ke Dokter Spesialis Paru-Paru untuk esok hari karena aku sudah hamper 2 bulan mengalami batuk ini.

Keesokan harinya, Dokter Spesialis Paru-Paru itu mengatakan bahwa aku memang terkena Bronchitis Acute dan harus banyak istirahat. Selain itu hindari debu dan asap, terutama asap rokok. Satu hal lagi yang harus di hindari dan bagiku itu merupakan hal yang susah, yaitu makanan atau minuman dingin. Begitu juga kalau cuaca dingin mau tidak mau aku harus selalu sedia jaket karena Bronchitis itu bisa kumat lagi di kemudian hari bila kondisiku drop. Di sore harinya aku juga mengunjungi Dokter Internis untuk perbandingan dan mendapatkan penjelasan yang sama. Aku mendapatkan antibiotik dan beberapa obat lainnya. Berharap segera ada perubahan dan saat waktu control tiba kondisi sudah membaik yah.

Pengertian Bronchitis

Bronchitis atau Bronkitis merupakan infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru atau

bronkus. Hal tersebut menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada saluran pernapasan. Kondisi ini adalah salah satu penyakit pernapasan.

Gejala Bronchitis

Gejala utama dari Bronchitis adalah batuk kering, tetapi ada juga kemungkinan batuk yang mengeluarkan lendir. Batuk yang berkelanjutan dapat membuat otot perut dan membuat dada terasa sakit. Beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderita Bronchitis adalah sebagai berikut :

  1. Batuk yang disertai dahak berwarna kuning keabu-abuan atau bisa juga berwarna hijau.
  2. Sakit atau radang tenggorokan.
  3. Mengalami sesak napas.
  4. Hidung dan Sinus tersumbat.
  5. Nyeri pada dada.
  6. Mengalami demam ringan.

    bronchitis

    Lung

  7. Mudah merasa lelah.

Pada Bronchitis Chronic, gejalanya biasanya memburuk pada saat cuaca lebih dingin atau kering. Pada umumnya penderita Bronchitis Chronic dapat mengalami 2 kali serangan Bronchitis yang parah dalam setahun. Gejala-gejala pada Bronchitis Chronic adalah :

  1. Mengi.
  2. Produksi mukosa atau lendir yang berwarna kuning, keabu-abuan, hijau, dan bisa saja tercampur darah yang berlangsung paling tidak 3 bulan dan berulang 2 kalo atau lebih dalam setahun.
  3. Sering merasa kelelahan.
  4. Mengalami sesak napas.
  5. Infeksi dada berkali-kali.
  6. Merasa tidak nyaman pada dada.

Jenis Bronchitis

Bronchitis dibagi menjadi 2 yaitu Bronchitis Acute dan Bronchitis Chronic. Perbedaannya terletak pada waktu yang diderita oleh penderita Bronchitis. Bronchitis Acute dapat bertahan selama 2 hingga 3 minggu. Jenis Bronchitis Acute merupakan salah satu ineksi system pernapasan yang paling umum dan paling sering menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Pada Bronchitis Chronic, infeksi bertahan setidaknya 3 bulan dalam satu tahun dan berulang pada tahun berikutnya. Jenis Bronchitis Chronic lebih sering terjadi pada orangd dewasa di atas usia 40 tahun.

Penyebab Bronchitis

Bronchitis Acute berasal dari infeksi paru-paru yang mayoritas di sebabkan oleh virus. Iritasi dan peradangan pada bronkus menyebabkan bronkus menghasilkan mukosa atau lendir yang lebih banyak. Sehingga tubuh berusaha mengeluarkan lendir atau mukosa yang berlebihan tersebut dengan cara batuk. Bronkus merupakan saluran udara yang membawa udara ke paru-paru dan sebaliknya. Dinding bronkus menghasilkan mukosa atau lendir bertujuan untuk menahan debu dan partikel lain yang dapat menyebabkan iritasi agar tidak masuk ke dalam paru-paru.

Paling umum penyebab Bronchitis Chronic adalah memiliki kebiasan merokok. Setiap isapan rokok dapat merusak bulu-bulu kecil yang terdapat di dalam paru-paru. Bulu-bulu kecil tersebut disebut Rambut Silia. Rambut Silia memiliki fungsi untuk menghalau dan menyapu keluar debu, iritasi, dan mukosa atau lendir yang berlebihan. Dalam beberapa waktu, kandungan rokok dapat menyebabkan kerusakan permanen pada silia dan lapisan dinding bronkus. Bila ini terjadi, kotoran tidak dapat dikeluarkan dan dibuang dengan normal. Lendir dan kotoran yang menumpuk di dalam paru-paru membuat system pernapasan menjadi lebih rentan terserang infeksi.

Pengobatan Bronchitis

Bronchitis biasanya dapat diatasi dengan mudah dirumah. Pasien hanya perlu menemui dokter jika gejala Bronchitis menjadi semakin parah dan tidak seperti biasanya, seperti :

  1. Batuk yang di alami lebih parah dan bertahan lebih dari 3 minggu.
  2. Batuk berdahak yang diikuti dengan darah.
  3. Mengalami demam selama lebih dari 3 hari.
  4. Pasien menderita penyakit jantung atau paru-paru yang menjadi penyebab dasar seperti asma, emfisema, atau gagal jantung.
bronchitis

Medicine

Untuk mendiagnosis Bronchitis, dokter akan menanyakan gejala apa saja yang dialami oleh pasien, memeriksa, dan mendengarkan rongga dada menggunakan stetoskop. Bronchitis Acute biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu sehingga terkadang tidak diperlukan pengobatan untuk Bronchitis. Selama penyembuhan, disarankan pasien meminum banyak cairan dan cukup beristirahat. Pada beberapa kasus, gejala yang dialami bisa lebih lama.

Pada Bronchitis Chronic, gejala biasanya akan bertahan setidaknya 3 bulan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan Bronchitis Chronic, tetapi terdapat obat yang dapat digunakan untuk meredakan gejala yang muncul. Sebaiknya hindari merokok atau lingkungan dengan banyak perokok disekitarnya karena dapat memperparah gejala yang muncul jika memiliki Bronchitis Chronic.

Beberapa cara pengobatan sederhana yang bisa dilakukan sendiri untuk Bronchitis Acute adalah :

  1. Minum banyak air karena air dapat membantu mengencerkan lendir agar mudang terangkat dari paru-paru dan untuk mencegah dehidrasi.
  2. Berhenti merokok dan menghindari asap seperti asap pabrik, bahan kimia, dan knalpot.
  3. Meminum campuran madu dan lemon yang dapat membantu meredakan sakit tenggorokan.
  4. Banyak beristirahat.

Dokter akan memberikan antibiotik bila Bronchitis disebabkan oleh bakteri. Jika terdapat peningkatan dalam jumlah lendir dan kekentalannya, itu berarti sudah terinfeksi bakteri. Resep antibiotik yang diberikan biasanya untuk 5 hari.

Komplikasi Bronchitis

Penderita Bronchitis bisa saja mengalami komplikasi yaitu terjadinya Pneumonia. Orang yang mengidap Bronchitis sekitar 5% menderita infeksi sekunder di dalam salah satu atau kedua paru-paru. Infeksi tersebut menyerang kantong-kantong udara (alveoli), sehingga infeksi ini dinamakan Penumonia. Gejala-gejala Pneumonia antara lain adalah denyut jantung yang cepat, kesulitan bernapas, bernapas cepat dan pendek walaupun sedang beristirahat, merasa tidak sehat, demam, kehilangan selera makan, dan nyeri pada dada.

Pneumonia ringan dapat diatasi dengan mengkonsumsi antibiotik yang diberikan oleh dokter dan perlu banyak istirahat. Untuk kasus yang lebih parah biasanya harus dilakukan perawatan di rumah sakit karena memerlukan alat bantu pernapasan atau ventilator dan antibiotik diberikan langsung ke dalam pembuluh darah melalui infus.

Jadi bila kamu juga mengalami batuk yang lebih dari 3 minggu, lebih baik di periksa segera ke dokter umum ya. Biasanya bakalan diminta untuk pengambilan foto rontgen lalu akan dijelaskan apa yang sebenarnya penyebab batuk yang lama. Semoga dengan aku membagikan cerita ini, yang mengalami hal yang sama tidak terlambat untuk pengobatannya. Keep health guys !

References :
  • www.alodokter.com