Bagi yang mau jalan-jalan ke luar negeri, yang paling wajib dimiliki adalah paspor. Paspor sekarang ada 2 jenis, paspor biasa dan paspor elektronik. Paspor elektronik disingkat penulisannya menjadi epaspor / e-passport. Bagi yang belum pernah membuat paspor, bisa mengajukan langsung pembuatan epaspor, tetapi hanya dapat membuat e-paspor di Kantor Imigrasi tertentu saja. Sedangkan bila ingin membuat paspor biasa, bisa langsung membuat di Kantor Imigrasi di wilayah terdekat.

Aku sebelumnya sudah pernah membuat paspor biasa pada tahun 2014 di Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar. Kalau enggak salah apakah sudah ada informasi mengenai epaspor atau belum, aku juga lupa. Tahun ini aku punya rencana dengan sahabat baik untuk berlibur ke Jepang. Hehehe semoga beneran kesampaian, apalagi informasi terbaru bila ingin mendapatkan free visa ke Jepang, maka menggunakan epaspor merupakan hal yang wajib. So, aku memanfaatkan waktu yang ada karena kebetulan ada urusan lain ke Surabaya, jadi sekalian saja membuat epaspor di Surabaya.

Oh iya, aku informasikan dulu, dimana saja dapat membuat epaspor, agar kalian yang ingin membuat epaspor dapat memilih Kantor Imigrasi terdeket dari tempat tinggal ya, dan bisa juga langsung mengunjungi situs web imigrasi di imigrasi.go.id, :

  • Kantor Imigrasi Jakarta Selatan
  • Kantor Imigrasi Jakarta Barat
  • Kantor Imigrasi Jakarta Pusat
  • Kantor Imigrasi Jakarta Timur
  • Kantor Imigrasi Jakarta Utara
  • Kantor Imigrasi Tanjung Priok
  • Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta
  • Kantor Imigrasi Surabaya
  • Kantor Imigrasi Batam

Karena aku berada di Denpasar, untuk pembuatan epaspor maka kantor imigrasi terdekat hanya berada di Surabaya. Karena pembuatan epaspor hanya bisa langsung di kantor imigrasi (walk in), tidak bisa secara online. Pembuatan paspor bisa bisa dilakukan dengan cara online. Tentang pembuatan epaspor ini juga telah dijelaskan juga oleh pihak Kanim (Kantor Imigrasi) Surabaya via email. Aku bertanya banyak melalui email ke pihak Kanim Surabaya. Kalian juga bisa menghubungi dan bertanya langsung ke email. Atau juga bisa menelponnya. Informasi tentang Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya. Informasi ini juga telah tertera di website imigrasi.go.id, tetapi aku juga cantumkan alamatnya :

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya
JL. JEND. S. PARMAN NO. 58A RT/RW.02/ 03 KEL/KEC. WARU, SIDOARJO, JAWA TIMUR, 61256
Telp.(031)-8531785, 8530340,8550719
Faks.(031)-8531926
HP.081230056677
kanim_surabaya@imigrasi.go.id
www.imigrasisurabaya.org

UNIT LAYANAN PASPOR
Maspion Square, Jl. Ahmad Yani No.73 Surabaya

Tetapi syukurnya aku dapat membaca di suatu blog kalau di Kanim yang beralamat di Jl. Jendral S. Parman sedang renovasi, sehingga Kanim Kelas I Khusus Surabaya dipindahkan di Gedung Graha Pena. Dan hal ini telah di konfirmasi oleh Kanim Kelas I Khusus Surabaya via email. Sedangkan Unit Pelayanan Paspor yang berlokasi di Maspion Square, hanya melayani pasporr biasa saja. Sehingga bagi yang akan membuat epaspor silahkan ke Gedung Graha Pena. Alamat Gedung Graha Pena :

Jl. Jendral A Yani 88 Gedung Graha Pena

Sekarang lanjut membahas persyaratan pembuatan epaspor. Hal ini juga aku sudah tanyakan pada Kanim Kelas I Khusus Surabaya via email, bahwa syarat-syarat yang diperlukan adalah sebagai berikut :

  • KTP yang masih berlaku
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Akte Kelahiran/Ijazah Maksimal SMA/Buku Nikah/Akta Perkawinan
  • Paspor Lama

Tetapi berdasarkan apa yang telah aku baca di beberapa blog tentang pengalaman orang-orang yang telah membuat epaspor, dibutuhkan surat rekomendasi atasan/perusahaan bagi yang telah bekerja. Lalu aku tanyakan kepada pihak Kanim Kelas I Khusus Surabaya via email. Jawaban dari pihak kanim silahkan dilihat pada screenshot dibawah ini. Intinya bahwa surat tersebut diperlukan bagi yang mau UMROH, dan surat rekomendasi tersebut dikeluarkan oleh Biro Travel Umroh. Tetapi yang aku baca beberapa di blog, mereka yang tidak pergi untuk umroh juga terpaksa bolak balik karena tidak ada surat rekomendasi perusahaan. So daripada aku bolak balik Denpasar lagi bila surat itu diminta, jadi aku minta atasanku untuk membuatkan surat rekomendasi pembuatan paspor. Untuk format pembuatan surat rekomendasi pembuatan paspor dari atasan bisa dilihat di bawah ini :

Untuk lebih lengkapnya, aku akan menceritakan biaya, dan hal yang lain secara detail agar bagi kalian yang ingin membuat epaspor bisa membuat rencana kedepan dari biaya, tempat tinggal, transportasi, dan lain-lain. Semoga hal ini bisa membantu ya πŸ™‚

1. Persiapan Sebelum ke Surabaya

Waktu itu aku takut banget, soalnya rencana semua dadakan. Jadi kurang lebih 3 hari aku terus berhubungan via email dengan Kanin Kelas I Khusus Surabaya. Dan pastinya aku cerewet banget bertanyanya, mohon maaf kepada adminnya ya, aku takut banget kalau ada dokumen yang kurang, sehingga harus bolak balik Surabaya-Denpasar lagi, dan harga tiket sangat lumayan, belum lagi ijin kerja, so hal ini harus dipersiapkan baik-baik bagi yang akan membuat e-paspor yang tinggal jauh dari Kanim yang bisa membuat epaspor. Setelah banyak pertanyaan yang terjadi via email, dapat disimpulkan apa saja yang diperlukan untuk ke Surabaya.

Bagaimana dengan tiket penerbangan? Aku menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan membeli tiket Round Trip. Itu perorangnya dengan biaya 1.4juta. Mungkin itu karena aku beli tiketnya 2 hari sebelum keberangkatan, makanya bisa mahal seperti itu. Mungkin kalian bisa menggunakan maskapai lain seperti Air Asia, Citilink, Sriwijaya Air, Lion Air yang biayanya sepertinya lebih murah. Tergantung jam keberangkatannya juga mempengaruhi biaya tiketnya.

Bagaimana dengan penginapan? Berhubung Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya yang ada di Waru sedang renovasi dan pindah ke Gedung Graha Pena Lantai 1 Ruang 109, jadi aku pilih menginap di The Alana Surabaya Hotel. Kalian bisa jalan kaki dari hotel untuk dapat sampai di Gedung Graha Pena. Waktu tempuhnya antara 7 – 10 menit. Depan hotel juga terdapat ATM Mandiri, BNI, dan aku lupa ada lagi satu. Biaya yang aku keluarkan untuk menginap disana selama 2 hari sebesar Rp 1.35juta. Booking hotelnya via Traveloka di Android.

Apakah ada hotel lain selain The Alana Surabaya Hotel? Ada. Jaraknya juga tidak begitu jauh tapi pastinya harus naik taksi ya. Atau mungkin ada penginapan dekat sana aku juga kurang tahu. Beberapa hotel yang aku tahu selain Alana adalah Ibis Style Surabaya dan Best Western Pappilio Hotel. Booking hotel bisa langsung ke website hotel masing-masing, atau bisa juga booking di Traveloka. Itu tinggal pilih saja.

Baca Juga : Trip to Singapore Part 1

Bagaimana untuk mencari tempat makan atau restoran? Ada banyak kalau kalian menginap di The Alana Surabaya Hotel. Bukan promosi, tapi ini menginformasikan sebagai pertimbangan aja ya, hehe. Dari hotel, kalian bisa menemukan makanan seperti batagor, siomay, bakso bila berjalan di Jalan Ketintang I, tempat hotel Alana. Setelah mentok ke Jalan Ahmad Yani, belok kanan sudah ada KFC. Lurus lagi berjalan sudah menemukan Gedung Graha Pena. Disana juga ada Dunkin Donuts atau JCo ya? Lupa lagi aku. Antara 2 itu deh. Terus juga ada Pizza Hut dan Starbucks. Oh ya juga ada Indomaret Point. Lengkap deh pokoknya. Dari Hotel Alana juga jaraknya dekat banget ke Maspion Square. Disana juga ada A&W. Pokoknya banyak banget deh tempat makan mau dari budget berapapun. Tinggal pilih saja.

Berapa jarak dan waktu tempuh dari Bandara Internasional Juanda ke Graha Pena dan Hotel Alana? Berhubung Gedung Graha Pena dan The Alana Surabaya Hotel sangat dekat, waktu tempuhnya sama dari Bandara Juanda, kurang lebih 30 menit. Waktu itu aku dari bandara ke hotel menggunakan Taxi Bandara, kenanya Rp 115.000, sedangkan dari hotel menuju ke bandara menggunakan Grab kena biaya Rp 65.000 saja. Lumayan ya.

Dokumen apa saja yang harus dibawa? Kalau yang aku bawa itu e-ktp, kartu keluarga, akta kelahiran, ijazah SMA, surat rekomendasi pembuatan paspor dari perusahaan, paspor lama, akta kematian ayah. Semua itu difotocopy harus menggunakan kertas A4. Oh iya, bawalah materai dari rumah. Di Graha Pena juga ada yang menjual materai. Karena aku tidak membawa materai jadi aku beli materai 1 saja dengan harga Rp 8.000, tempat fotocopy juga ada di dalam, lengkap menjual minuman dengan makanan ringan. Tetapi aku sudah siap semuanya dari membawa minum dan makanan kecil hehehe.

Bagaimana format pembuatan surat rekomendasi pembuatan paspor dari perusahaan? Contohnya bisa dicari di google. Bisa juga lihat punyaku dan diterima kok sama kantor imigrasinya. Berapa Hari Tinggal di Hotel? Kalau aku pilihnya 2 hari. Takutnya mengurus pembuatan epaspor sampai sore. Daripada nanti repot menghubungi maskapai untuk penundaan penerbangan dan hotel juga, jadi aku pilih untuk menginap selama 2 hari di hotel.

Pakaian Apa yang Harus di Gunakan di Kantor Imigrasi? Ini penting ya, harus menggunakan pakaian formal. Aku dapat lihat spanduk disana saat mengantre untuk mengambil nomor antrian. Kalau tidak salah ingat dilarang menggunakan sandal, celana pendek, rok pendek, singlet. So cari aman, gunakan saja celana panjang, sepatu, dan baju kemeja. Ada lho orang disuruh pulang dulu karena tidak pakai sepatu. Busyeett enggak mau rempong kan? Siapkan baju kemeja ya πŸ™‚

Setelah semua itu beres, so berangkatlah aku ke Surabaya. Dengan perasaan yang gelisah, berharap semoga tidak ada dokumen yang tertinggal.

2. Di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya

Aku sempet bingung cari Kanim di Graha Pena. Gede banget itu gedung, tinggi pula. Hehehe. Jadinya aku nanya satpam deh. Biar gampang, baru masuk gedung Graha Pena, naik tangga yang berada di antara Gedung Pizza Hut dan Starbucks. Lurus jalan sampai keluar gedung, lalu belok kiri, lihat sebelah kanan terdapat tulisan “Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya”. Dari cerita pak satpam disana, dia dateng jam 6 pagi sudah ada yang mengantre lho. Wow sungguh luar biasa hehe. Aku kesana jam 7.30 pagi. Antreannya lumayan. Sebelum masuk ada orang yang memeriksa kelengkapan kita. Tunjukkan dokumen asli. Lalu setelah lengkap maka diantar untuk pengambilan nomor antrian. Aku ditanyain sih kenapa paspornya masih berlaku tetapi mau membuat paspor? Ya aku jawab aku mau membuat epaspor dan diberikan nomor antrian. Aku dapat antrian no B045. Juga mendapatkan map berwarna hijau.

kantor imigrasi kelas I surabaya

suasana menunggu di kantor imigrasi kelas I surabaya

Dalam map hijau bertuliskan nama Kanim Kelas I Khusus Surabaya Sidoarjo, terdapat 2 kertas formulir. Berisikan tentang formulir data kita, tinggal diisi saja. Kalau bingung tanya saja kepada petugasnya. Sabar aja nanya sama petugasnya, kadang jawabnya dengan nada yang kurang enak. Harap maklum, mereka lelah pasti jawab pertanyaan banyak orang ya. So keep calm. Ada yang harus bolak balik karena kelupaan bawa paspor lama. Ada juga yang belum memperbarui kartu keluarga. Jadi tidak bisa membuat paspor. Untuk menghindari hal seperti itu, lebih baik hubungi petugasnya via email, telepon, atau langsung datang ke kantor imigrasi.

Baca Juga : Biaya Kelebihan Bagasi Penerbangan

Di halaman depan map hijau itu juga terdapat check list, dokumen apa saja yang diperlukan untuk membuat paspor. Persyaratan permohonan paspor RI sesuai di map tersebut adalah :

nomor antrian di imigrasi surabaya

nomor antrian di imigrasi surabaya

  • KTP yang masih berlaku
  • Kartu Keluarga
  • Akte Lahir / Akta Perkawinan / Ijazah Maksimal SMU
  • Persyaratan Penunjang
    • Surat Rekomendasi Kantor / Perusahaan
    • Surat Bukti Kewarganegaraan RI
    • Surat Keterangan Ganti Nama

Sedangkan untuk pemohon yang belum dewasa / belum memiliki KTP (dibawah 17 tahun) harus dilengkapi dengan :

  • KTP Kedua Orang Tua (Ayah & Ibu)
  • Akte Nikah / Perkawinan Orang Tua
  • Persyaratan Penunjang
    • Paspor Orang Tua
    • Surat Keputusan Hak Asuh Anak

Persyaratan tadi disesuaikan dengan kebutuhan permohonan paspornya ya, agar tidak salah silahkan menghubungi kantor imigrasi via email, telepon, atau datang langsung ke kantor imigrasi. Antreannya cepat. Aku mulai antre dari jam 7.45 dan nomorku dipanggil pada pukul 9.30. Tidak terasa menunggu karena sibuk dengan pengisian formulir dan mengecek ulang dokumen yang dibutuhkan. Lalu nomorku dipanggil. Pertanyaan yang diajukan ke aku juga banyak. Sedangkan ibuku enggak ditanya apa-apa. Entah kenapa hal ini bisa terjadi hehe, mungkin karena pihak yang wawancara berbeda. Beberapa pertanyaan tersebut adalah :

  1. Apa tujuan pembuatan paspor baru? Jawaban : Iya saya mau liburan dan saya butuh epaspor bu.

    syarat pembuatan paspor

    syarat pembuatan paspor

  2. Ini kan paspornya masih berlaku lama? Kok buat lagi? Jawaban : Iya saya mau liburan dan pengajuan free visa nya menggunakan epaspor.
  3. Liburan kemana ? Jawaban : Ke Jepang bu.
  4. Sama siapa ? Jawaban : Sama keluarga saya.
  5. Keluarganya sekarang ikut buat ? Jawaban : Iya, ibu saya juga buat dan mendapat nomor antrian setelah saya. Sudah dipanggil dan sedang di wawancara di sebelah.
  6. Masih kuliah ya? Jawaban : Sudah kerja bu.
  7. Dimana ? Jawaban : Di perusahaan IT di Denpasar, tentang Web Dev dan SEO.
  8. Kuliah dimana ? Jawaban : Universitas Udayana
  9. Jurusan ? Jawaban : S1 Ilmu Komputer
  10. Ijazahnya dibawa enggak ? Yang S1 nya? Jawaban : Yah enggak bu, kan dimintanya ijazah maksimal SMU jadinya saya tidak bawa.
  11. Oke tulis disini surat pernyataan tentang permohonan epaspor, tanda tangan menggunakan materai, tuliskan nomor paspor, sertakan tanggal dikeluarkannya paspor dan tanggal kadaluarsanya.

 

Lalu aku tulis surat permohonan pakai pulpen hitam. Aku berikan ibuku kartu keluarga dan akta kematian bapakku sekalian minta materai yang sudah dibeli tadi di depan. Setelah membuat surat permohonan tersebut lalu aku geser ke sebelah untuk ditanya lagi saat mau pengambilan foto dan sidik jari. Ditanyainnya singkat-singkat saja. Petugasnya enggak seseram yang tadi hehe. Bercanda. Mereka wajar kok bertanya hal seperti itu. So jawab saja dengan tenang, jujur, dan apa adanya. Aku ditanya nama lengkap, konfirmasi tanggal lahir, dan lain-lain. Lalu di ambil foto dan sidik jari. Entah kenapa beberapa sidik jariku susah banget di baca di alat scannernya. Tetapi pada akhirnya berhasil semua pengambilan sidik jarinya. Ada percakapan antara aku dengan Mbak itu. Aku enggak tahu namanya.

map hijau imigrasi

map hijau imigrasi

Mbak : Disini tinggal dimana mbak?
Aku : Eh?
Mbak : Oh iya ya dari Denpasar ya, jauh-jauh kesini demi ini aja.
Aku : Iya mbak soalnya yang terdekat pembuatan epaspornya cuma disini. Mau gak mau mbak.
Mbak : Hhe iya. Coba cocokkan datanya sudah benar atau belum. Bila sudah benar silahkan tanda tangan disini.
(Lalu aku tanda tangan karena dataku memang sudah benar)
Mbak : Ini epaspor jadinya agak lama ya. Setelah 14 hari kerja. Dan pembayarannya bisa dilakukan di Hari Senin, di BNI seluruh Indonesia.

Lalu aku mendapatkan kertas setengah A4 sebagai bukti pembuatan epaspor, tinggal menunjukkan bukti tersebut ke BNI untuk membayar epaspornya. Selesai sudah. Tinggal membayar ke BNI dan menunggu 14 hari kerja untuk pengambilan epaspornya.

3. Pembayaran E-Passport di BNI

Aku melakukan pembayaran e-passport di BNI Simpang Siur, Kuta, Bali. Karena saat selesai wawancara dan pengambilan foto sudah siang. Jadi aku lebih memilih untuk membayar biaya e-passport di Bali saja. Setelah membayar, kita mendapatkan bukti pembayaran, dan jangan sampai hilang, karena akan digunakan untuk pengambilan e-passport.

4. Pengambilan E-Passport

perbedaan paspor biasa dan paspor elektronik

perbedaan paspor biasa dan paspor elektronik

Tibalah waktu untuk mengambil e-passport. Aku mengambil jam penerbangan siang. Sampai di Surabaya, aku cepat-cepat menaruh barang di hotel dan segera berjalan kaki ke kantor imigrasi. Tidak membutuhkan waktu lama untuk mengambil e-passport. Sampai disana, kita akan menemukan mesin yang ada diluar, lalu masukkan kode yang ada di bukti pembayaran. Bila kita memasukkan kode dengan benar dan memang pembuatan e-passport telah selesai, maka akan di tampilkan pesan bahwa pembuatan e-passport telah selesai dan silahkan menunggu untuk dipanggil. Lalu tidak sampai 2 menit namaku sudah dipanggil. Aku mengambil 2 paspor, yaitu paspor ku dan paspor ibuku. Kita diminta untuk mengis data diri dan tanda tangan, lalu diberikanlah paspor lama dan paspor baru. Hehehe, akhirnya punya e-passport juga. πŸ˜€

Lalu setelah semuanya selesai, aku bersantai di hotel sampai keesokan harinya aku jalan-jalan bersama teman masa SMA di Plaza Surabaya dan Monumen Kapal Selam, lalu cerita sampai larut malam di rumahnya. Hehe, so gampang kan buat e-passport? Yuk bagi yang belum punya silahkan segera membuat e-passport ya. Selamat mencoba dan semoga berhasil πŸ™‚