Hello Bloggers ! Kali ini aku akan membahas mengenai MRI. Apa itu MRI? Kenapa aku harus MRI? Seperti apa MRI itu? Berapa biaya MRI? Dimana dapat melakukan pengecekan menggunakan MRI? Yuk kita bahas satu-satu yah guys ?

Apa itu Magnetic Resonance Imaging (MRI)?

MRI adalah slah satu modalitas pencitraan dari Unit Imaging Diagnostik untuk membantu menegakkan diagnosa suatu kelainan dengan menggunakan prinsip magnetik dan gelombang radio frekuensi tanpa menggunakan sinar – X atau sinar laser, sehingga tidak menimbulkan radiasi. MRI akan menghasilkan gambaran yang sangat jelas dari jaringan lunak tubuh maupun pembuluh darah, serta dapat dilakukan analisa metabolik kimiawi (spektroskopi).

MRI yang digunakan saat aku diperiksa adalah MRI yang mempunyai kekuatan magnet yang tinggi (1.5 Tesla) yang akan memberi nilai diagnostik yang sangat tinggi. Beberapa keuntungan yang didapat adalah (berdasarkan brosur yang aku dapatkan) :

  1. Tidak invasif, tidak diketahui adanya efek samping mapaun efek lanjut dari pemeriksaan tersebut.
  2. Tidak melukai jaringan tubuh pada saat pemeriksaan saluran empedu, analisa tumor hati, analisa tumor otak dan lain-lain, namun hasilnya sangat jelas.
  3. Nyaman bagi pasien karena waktu pemeriksaan singkat. Pemeriksaan seluruh tubuh dappat dilakukan sekaligus dengan satu posisi. Dappat dihasilkan gambaran dengan irisan tipis dri berbagai bagian tubuh dari berbagai sudut dalam waktu yang relatif singkat.
  4. Gambar yang dihasilkan utuh, hal ini baik untuk analisa skoliosis (pembengkokan tulang belakang) serta melihat penyebaran sel kanker.
  5. Spektrokopi dilakukan untuk analisa metabolik kimiawi pada kelainan otak dan kelainan lainnya.
  6. Bisa dilakukan pemeriksaan pada anak-anak karena paparannya tidak menimbulkan gangguan radiasi.

Pada beberapa kasus, dokter memerlukan tambahan zat kontras untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Zat kontras tersebut disuntikkan ke dalam tubuh pasien mmelalui pembuluh darah balik di lengan. Hampir tidak pernah dilaporkan adanya efek samping serius dari zat kontras ini. Biasanga pemeriksaan yang menggunakan zat kontras adalah :

  1. Pemeriksaan neurologist.
  2. Penunjang Brain Scan dengan CT SCAN, MRI, biasannya dengan angiogram atau X – Ray, dan pemeriksaan lainnya.
  3. Pemeriksaan Biopsi (Analisa Sample Jaringan.

Tata cara pemeriksaan dan apa yang akan dialami pasien selama pemeriksaan MRI adalah sebagai berikut :

  1. Pasien berbaring telentang.
  2. Meja MRI akan diatur oleh operator MRI.
  3. Pasien akan mendengarkan suara seperti suara ketukan selama berjalannya pemeriksaan.
  4. Selama pemeriksaan pasien akan selalu dibawah pengawasan petugas MRI.
  5. Bila ada kondisi yang kurang nyaman, pasien dapat memberi tanda kepada petugas.
  6. Setelah pemeriksaan selesai, pasien dapat melakukan aktifitas seperti biasa.

Kegunaan Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Ternyata MRI itu memiliki kegunaan yang sangat banyak loh untuk membantu para dokter yang akan menentukan diagnosa untuk pasien-pasiennya, yaitu :

  1. Analisis dan skrining tumor jinakk maupun ganas, misalnya tumr payudara, kelenjar prostat, dan lain-lain.
  2. Melihat kelainan pada organ reproduksi wanita, adanya endometriosis, kista, myoma uteri.
  3. Melihat kelainan sendi, otot, maupun ligamen.
  4. Deteksi kelainan otak dan tulng belakang (medula spinalis), misalnya pada trauma atau melihat adanya Hernia Nukleus Pulposus (HNP).
  5. Mendeteksi adanya stroke non pendarahan beberapa menit setelah serangan stroke.
  6. Melihat kelainan pada saluran empedu, Magnetic Resonance Cholangio Pancreotography (MRCP).
  7. Melihat kelainan organ lainnya, seperti hati, ginjal, dan kelenjar getah bening.
  8. Mendeteksi adanya kelainan pada pembuluh darah otak, leher, dan ginjal.
  9. Sebagai alternatif lain untuk sumbatan pada saluran kencing karena batu, yang tidak bisa diperiksa dengn BNO-IVP karena alergi zat kontras.

Berapa biaya untuk Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan MRI sebesar 2 sampai 3 juta rupiah. Harga setiap rumah sakit sepertinya berbeda-beda. Mungkin lebih baik sebelumnya bisa survey dulu ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas MRI untuk mendapatkan harga yang termurah. MRI yang aku lakukan berlokasi di Rumah Sakit Kasih Ibu Denpasar. Biayanya sebesar Rp 2.550.000, mendapat tanggungan dari asuransi Blue Cross Medical Care sebesar Rp 500.000, sehingga aku membayar dengan debit sebesar Rp 2.050.000,-.

Kenapa Aku Harus Magnetic Resonance Imaging (MRI)?

Waktu itu aku ke dokter spesialis orthopedi yang berada di Bali Royal Hospital (BROS), dengan keluhan lututku sakit terus semenjak aku jatuh dirumah pada akhir bulan September 2016. Kurang lebih hampir 4 bulan aku mengalami sakit lutut pada kondisi tertentu. Dokter menduga pada bagian meniscus nya sobek, sehingga untuk pengecekan lebih lanjut dibutuhkan MRI.

RS Mana Saja yang Dapat Melakukan MRI?

Untuk Rumah Sakit dimana saja yang dapat melakukan MRI di Denpasar, setahuku hanya di Rumah Sakit Kasih Ibu Denpasar dan Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar. Rumah Sakit Kasih Ibu Denpasar berlokasi di Jalan Teuku Umar No.120, Desa Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali 80114. Sedangkan untuk Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah berlokasi di Jalan Diponegoro, Dauh Puri Klod, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali 80113.

Seperti Apa Melakukan Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Hal pertama setelah tiba di RS Kasih Ibu Denpasar, aku registrasi terlebih dahulu. Sehari sebelumnya

ruangan MRI

Pintu Masuk Ruangan MRI RS Kasih Ibu Denpasar

aku sudah mengunjungi pihak radiologi untuk booking waktu. Waktu itu yang aku pilih pada pukul 2 PM. Setelah registrasi, bukti registrasi ku serahkan kepada staff radiologi. Tidak sampai 5 menit, pihak staff sudah memintaku ke ruang ganti. Aku lihat banyak loker pakaian rumah sakit warna coklat. Aku diminta untuk melepas celana, bra, dan bajuku dan diganti menggunakan baju berwarna coklat tersebut.

Setelah itu pihak staff menjelaskan bahwa tidak boleh ke ruang MRI dengan bahan yang mengandung metal. Waktu itu aku ditanyakan kalau jepit rambut berbahan metal tidak diperbolehkan dibawa masuk ruangan. Jadinya semua barang aku titipkan ke ibuku. Bahkan aku tidak sempat untuk selfie, ahahahaha. ๐Ÿ˜€

Lalu aku lihatlah mesin MRI yang super besar. Seperti melihat kapsul raksasa. Aku langsung kaget, kepikiran yang masuk duluan ke alat ini kaki atau kepalaku ya? Soalnya aku punya Claustrophobia. Lalu staff tersebut memintaku untuk tiduran dan syukurnya kaki duluan yang masuk. Karena yang akan diperiksa adalah kaki bagian lutut, sehingga yang akan masuk duluan adalah bagian kaki. Kaki aku taruh di suatu alat yang aku enggak tahu namanya. Lalu aku dipasangkan headphone untuk meredam suara mesin MRI nanti. Tapi sebenernya di ruangan itu sudah diputarkan lagu. Lalu dibekali suatu selang angin untuk emergency call.

Baca Juga : Apa itu Claustrophobia?

Jeng jeng.. Mulailah proses scanning menggunakan kapsul raksasa ini. Aku hanya bisa melihat ke bagian langit ruangan yang bergambar bunga sakura. Aku enggak begitu paham kenapa dipasangin begituan. Mungkin untuk membuat hati tenang agar pikiran teralihkan. Tapi bagiku pribadi itu enggak mempan. Awalnya aku mendengar suara seperti kicauan burung. Dan berikutnya suara yang aneh banget dan bener-bener buat aku takut. Aku pencet lah berkali-kali selang untuk emergency. Ternyata diluar bunyi alarm dan langsung lah secara otomatis aku keluar dari kapsul raksasa itu.

Petugas MRI mengira aku sesak nafas karena phobia. Cuma aku bilang kalau aku takut sama suara-suara yang aneh itu. Tapi pihak petugas MRI menjelaskan lagi kalau memang suaranya seperti itu. Aku juga berusaha menganggap itu suara enggak aneh, dan disuruhnya jangan mikir itu suara serem. Disuruh biasain aja. Aku juga kepikiran kalo terus-terusan takut ga bakal kelar-kelar ini scanning. Kaki enggak boleh gerak. Kalau gerak, hasil gambar akan bergerak dan otomatis mengulang dari awal. Proses scanning 50-60 menit.

Video diatas adalah rekaman suara mesin MRI yang aku dengar. Lama-lama aku dengarnya seperti suara mesin printer yang beroperasi tetapi dengan suara yang besar. Hehehe, begitulah salah satu caraku untuk mengalihkan pikiranku saat scanning. Dan pada akhirnya aku bisa menjalani proses scanning sampai selesai. Bahkan sempat hampir ketiduran 3 kali loh, hahaha :p . Hasilnya bisa diambil setelah 2 hari di bagian radiologi. Waktu itu enggak sabaran banget pengen tahu hasilnya.

Seperti Apa Hasil dari MRI

Hasil dari MRI sama seperti kita melakukan rontgen. Hanya saja ini jaringan lunaknya kelihatan lengkap. Total hasil MRIku sebanyak 6 lembar dan setiap lembarnya terdapat 20 kotak gambar. Enggak paham juga arti setiap gambarnya. Nunggu pihak dokter spesialis orthopedi yang menjelaskan maksud dari gambar tersebut.

Siapa Saja yang Tidak Boleh Melakukan MRI?

Beberapa kondisi pasien yang tidak dapat melakukan MRI adalah seperti :

  1. Pasien yang menggunakan pace maker (alat pacu jantung).
  2. Pasien yang mengunakan klip pembuluh darah dan bersifat ferromagnetis atau ahan yang tertarik oleh magnet.
  3. Pasien dengan benda asing logam (gram) pada mata atau tempat lain

Tips agar Tenang Selama MRI

Bagi yang merasa takut atau kurang nyaman untuk melakukan MRI, ini beberapa tips aku berikan agar bisa lebih tenang ya. Setiap orang bisa berbeda-beda, tapi aku harap dengan pengalamanku semoga bagi yang mau MRI bisa lebih teang yah.

  1. Anggap suara keras mesin itu seperti suara printer. Pelan-pelan nikmati dan bayangkan kalau ada teman atau keluarga kita yang sedang mencetak dokumen menggunakan printer.
  2. Alihkan pikiran dengan melihat secara seksama gambar yang terdapat di langit-langit ruangan. Buat tantangan sendiri, waktu itu contohnya aku mencoba mencari ada yang janggal gak yah pada gambar tersebut.
  3. Mencoba menikmati lagu yang sedang diputar walau terdengar samar-samar. Cuma sayangnya aku enggak tahu lirik lagunya jadinya ya agak garing sih ga bisa nyanyi. Dari sekian lagu, cuma tahu 2 lagu aja, bayangin coba ๐Ÿ˜€

Okeh, sekian dulu yang bisa aku bagikan ceritaku yah. Bagi yang mau MRI, gak usah takut. Sebelum MRI dijalankan aku waktu itu banyak bertanya kepada petugas MRI agar bisa menjalani MRI dengan baik. Walau selama MRI aku takut juga sih hehehe tapi bisa lewat dengan aman kok. Semoga kalian yang mau menjalankan proses MRI juga lancar yah, good luck ๐Ÿ™‚