Pembahasan sebelumnya aku bahas di Part 1 ya, lengkap tentang apa itu Sinusitis. Penyebab, gejala, dan lainnya. Sekarang mari kita lanjut di bahasan Part 2 ya.

13 Agustus 2018

Akhirnya ku kembali kontrol ke dokter B di RS A. Obat yang di berikan minggu lalu ternyata enggak ada efeknya sama sekali. Batukku malah tetap parah aja. Benar-benar enggak enak rasanya, apalagi kalau ditempat umum. Entah di kantor, di rumah sakit. Ku berikan penjelasan lagi selama seminggu apa saja yang aku alami. Pada tanggal 10 Agustus 2018, tiba-tiba aku terkena flu. Sebenarnya sudah ngerasa aneh sih, kok bisa tiba-tiba ya. Aku masih berpikiran bahwa bisa jadi kondisiku makin drop lagi saat itu, makanya bisa aja ada virus lewat dan akhirnya aku terkena flu. Dokter B bertanya kapan mulai flu, apakah ada ingus yang keluar atau tersumbat saja, warnanya apa. Ingus saat itu berwarna kuning dan bening.

Karena hal itu lah mungkin dokter B memintaku untuk rongten kepala dan dada. Aku sudah punya feeling, apakah bronkitis ku kambuh lagi? atau jangan-jangan aku kena sinusitis? Hasil rongten bakalan di baca minggu depan ketika aku kontrol lagi, dan aku ngerasa aneh kenapa aku enggak dikasi bawa hasil rongten-nya pulang. Di minta di diamkan saja di ruangan radiologi dan di ambil minggu depan saja. Ku berharap, semua hasilnya yang baik-baik saja sambil aku meminum obat yang di resepkan dokter B. Dokter B melanjutkan antibiotik yang sama dengan minggu sebelumnya, pengencer dahak, dan ditambah dengan obat yang mengandung dekongestan.

20 Agustus 2018

Sebenarnya aku deg-degan banget. Aku takut hasilnya bakalabn buat aku kaget nantinya. Tapi ku berani melangkah ke RS A dan mendaftar untuk ke THT lagi. Ku ambil lah hasiul rongten ku di ruangan radiologi. Ku baca hasil diagnosanya sambil menunggu panggilan. Dannnnnnn…………… aku beneran kaget 🙂 Aku di diagnosa Rhinosinusitis Ethmoidalis dan Bronchitis. Ajibbbbb terdiam aku. Ku pelan-pelan menata pikiran untuk buat diriku tenang. Aku buka Google dari handphone ku dan pelan-pelan mencari informasi mengenai Sinusitis Etmoid itu apa. Semakin di cari semakin buat aku kaget. Mungkin karena aku belum siap dan belum bisa menerima keadaan bahwa Sinusitis Etmoid itu adalah sinus yang berada di belakang mata, dimana di ruang sinus terdapat mukus atau lendir. Huaaahhhh bingung setengah mati, aku langsung chat ibuku dan menjelaskan apa yang sedang terjadi.

Ibuku cuma bilang tunggu penjelasan dokter B seperti apa karena memang dari ahlinya. Tibalah namaku di panggil. Dokter B menjelaskan kalau Bronkitis ku di sebabkan oleh Sinusitis dan Amandel. Lendir dari hidung turun ke paru-paru sehingga paru-paru infeksi dan batuknya di perparah oleh Amandelnya. Lanjut lagi penjelasannya, kalau hidungku musti di bersihkan dengan operasi sekaligus amandelnya di angkat. Bengong lah aku 🙂 Disuruhlah aku untuk meditasi dulu untuk beberapa hari, kapan siap untuk operasi. Karena aku kaget, aku enggak nanya masalah berapa kisaran biayanya, pra dan pasca operasi seperti apa. Yang malah ku tanya hanya masalah amandel, dokter B menjelaskan kalau ngerasa sakit sekitar semingguan.

Kemudian aku pulang dengan pikiran yang masih bingung. Tidak lupa juga dokter B meresepkan obat yaitu pengencer dahak dan dekongestan. Dokter memberikan itu sambil menunggu kepastiannya kapan tanggal operasi dariku. Selain itu juga dokter B sudah menuliskan surat pengantar cek darah kalau tidak salah. Menurutku, hal seperti ini harus ku bahas dengan ibuku apalagi biayanya. Ku sampai dirumah, langsung banyak searching di Google. Hasilnya aku enggak bisa tidur semalaman. Paginya di kantor ngantuk-ngantuk, dan tetep juga searching. Bertanya sama teman-teman, siapa tau dia atau orang yang mereka kenal pernah operasi Sinusitis. Aku target diriku untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya selama seminggu.

Selama seminggu ini merupakan harinya galau. Berani apa enggak operasi. Beberapa teman dan mahasiswa ibuku memiliki pengalaman berbeda-beda dengan Sinusitis-nya. Ada yang sembuh tanpa operasi, ada yang operasi, ada yang masih sakit tapi di biarin aja. Disamping itu aku ragu juga sih, dari beberapa sumber yang aku baca, aku mulai flu tanggal 10 dan baru di beri obat tanggal 13. Sedangkan tanggal 20 aku sudah disarankan untuk operasi Sinus. Bukannya musti di beri obat dulu ya? Karena yang aku baca, kalau sakitnya lebih dari 3 bulan atau sering kambuh-kambuhan, biasanya dokter baru menyarankan operasi Sinus. Karena hal inilah, aku ingin mencari Second Opinion dengan bertanya ke salah satu teman apakah dia pernah ke THT dan dokternya bagus atau enggak. Sebenarnya ada dokter yang dia bilang bagus, dimana prakteknya juga di RS sebut aja RS B ya. Setelah ku cari informasinya ternyata dokter itu sudah enggak ada lagi di RS B. Akhirnya ku putuskan memilih untuk mencari Second Opinion di RS B dan memilih dokter sendiri, sebut saja dokter C ya.

25 Agustus 2018

Aku mulai membuka website RS B dan mencari informasi. Ku booking via telp untuk ke dokter C. Harapannya semoga aku bisa sembuh tanpa operasi. Tiba juga hari untuk bertemu dokter C, disana ku jelaskan dari awal kejadian tanggal 26 Juni 2018 sampai hari ini. Komentar dokter C adalah kemungkinan maksud dokter A untuk ambil tindakan operasi adalah untuk mengecilkan dinding apa gitu di hidung. Aku lupa namanya. Aku jawab apa adanya, kalau seingatku dokter A mau bersihin hidungku dari lendir-lendir itu biar enggak ada lagi. Dokter B diam sebentar, terus sambil memberikan penjelasan lagi kalau bisa aja sekalian semuanya, dibersihkan dan dikecilkan dindingnya itu. Aku cuma iya-in aja. Kurang lebih seperti ini lah percakapannya ya.

Dokter B : Sudah pernah dapat obat semprot hidung sebelumnya?

Aku : Belum Dok.

Dokter B : Dapetnya obat apa aja?

Aku : Minggu pertama dikasi Cefixim sama Vectrine. Minggu kedua sama obatnya sama di tambahin Rhinos Dok.

Dokter B : Kalau menurut saya, pengobatannya belum selesai. Saya resepkan obat ya.

Aku : Iya Dok. Jadinya obat yang sekarang saya stop?

Dokter B : Rhinos-nya boleh lanjut ya.

Aku : Iya Dok.

Dokter B : Saya kasi cairan cuci hidung, semprot hidung, pengencer dahak, sama antibiotik ya.

Kemudian percakapan kami membahas tentang prosedur operasi amandel dan sinusitis. Ternyata inti narik tampon pasca operasi emang sakit. Mau tidak mau memang seperti itu prosedurnya. Kalau operasi amandel, pasca operasi akan terasa sakit selama seminggu. Prediksinya, setelah 1 minggu sudah bisa makan makanan normal. Selama 1 minggu harus makan makanan yang halus, seperti bubur.

1 September 2018

Selama seminggu mulai dari tanggal 25 Agustus 2018 sampai 1 September 2018, aku setiap hari konsumsi obat, cuci hidung dan semprot hidung 2 kali sehari. Sebelum di berikan resep ini, aduhhh hidung rasanya mampet. Napas aja susah, enggak bisa tidur enggak bisa ngapa-ngapain. Berkat ada semprot hidung, rasanya plong banget dah. Akhirnya 1 September 2018 kembali kontrol ke dokter C di RS B. Aku berharap kondisi Sinus ku membaik begitu juga dengan Bronkitisku.

Setelah di cek oleh dokter C, ternyata hidung bagian kananku sudah bersih alias kosong. Sedangkan yang sebelah kiri masih ada lendir berwarna kuning. Maka dari itu dokter C melanjutkan pemberian antibiotik lagi selama seminggu. Tapi kali ini antibiotiknya berbeda dengan minggu sebelumnya, karena antibiotik sebelumnya memiliki efek samping di aku nya sampai kena diare yang lumayan. Tetapi aku tetap senang, walau masih minum obat lagi setidaknya ada harapan sinusitis ku bisa sembuh tanpa operasi. Hanya saja yang sebelumnya aku jarang bersin, sekarang malah jadi suka bersin-bersin. Dalam sehari pokoknya dapat aja bersin.

8 September 2018

Hari ini adalah hari bahagia, melebihi rasa bahagia saat jatuh cinta hehehe. Aku benar-benar ngerasain senang banget. Akhirnya dokter C mengatakan hidung sebelah kanan dan kiri akhirnya bersih ! Horeeee !!! Tetapi tetap semprot hidung dilanjutkan sampai obatnya habis dan cuci hidungnya di lanjutkan walaupun dalam keadaan sehat tetap cuci hidung. Akhirnya berhenti juga ngeluarin uang beratus-ratus ribu hehehe. Ku juga berhenti kebayang-bayang operasi sinus. Terutama pasca operasi yang harus menarik tampon yang panjang dan katanya sakitnya minta ampun 🙂 Dokter C juga memberikan surat pengantar cek lab dan operasi amandel, dan menyerahkan tanggalnya kapanpun aku mau hehehe. Informasi berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk operasi amandel juga sudah aku dapatkan, yah lumayan sih biayanya 🙂 Untuk total biaya yang aku keluarkan dari awal sampai akhir kurang lebih 4 juta 🙂

Baca Juga : Pengalaman Sinusitis Part 1

Begitulah perjuanganku untuk sembuh dari Sinusitis dan Bronkitis hehehee. Panjang juga ya, 2 bulan lebih hari-hariku penuh dengan obat-obatan. Berkat Sinusitis ini, setidaknya aku menjadi lebih rajin kemanapun aku pergi selalu menggunakan masker. Cuci hidung juga setidaknya 1 kali dalam sehari. Kalau kamu atau dilingkungannya mengalami flu lebih dari 5 hari, ada baiknya ke dokter terdekat karena bisa saja yang dari awal terinfeksi flu biasa menjadi Sinusitis. Ini pun juga selama hidup, pertama kalinya aku flu lebih dari 5 hari. Untuk mencari second opinion itu menurutku perlu aja, apalagi yang disarankan itu adalah operasi. Hal ini pun pernah ku alami juga untuk mencari second opinion bahkan third opinion pada kasus skoliosisku. Semoga kita semua sehat selalu ya, karena untuk mencari sehat ketika sakit itu sangatlah mahal 🙂