Berhati-hatilah bagi pengguna baru kartu kredit maupun pengguna yang sudah lama. Bila kita memiliki kartu kredit, sudah pasti akan di telepon oleh pihak telemarketing yang memang bekerja sama dengan bank. Akan tetapi, hati-hati terhadap telemarketing yang memang bertujuan untuk menipu. Kali ini akan ku bagikan pengalamanku pribadi yang baru kejadian 3 hari lalu. 

Pada tanggal 15 Oktober 2018, dari pukul 12.04 PM handphone-ku berdering terus. Aku paling malas mengangkat nomor yang tidak aku kenal, apalagi dengan kode 021. Biasanya pihak ke 3 yang menghubungi untuk menawarkan asuransi. Sudah berkali-kali ditolak tetapi tetap saja dihubungi. Makanya, sering banget aku memilih untuk tidak mengangkat. Lalu untuk kali ini, kenapa aku angkat telepon dengan kode 021 ini? Aku sedang menunggu proses refund mifi X*, jadi ku pikir angkat saja. Akhirnya terjadilah percakapan yang cukup panjang, sebut saja yang menelpon dengan inisial MM dan MM ini adalah seorang laki-laki.

Percakapan dengan Penipuan Kartu Diskon

Aku : Halo?
MM : Halo selamat siang, apakah benar dengan ibu XXX XXX XXX?
Aku : Bukan. Itu nama ibu saya.
MM : Maaf, kalau begitu kenapa anda yang mengangkat teleponnya?
Aku : Lah? Ini nomor telepon saya, bukan ibu saya.
MM : Oh mohon maaf. Berarti ibunya pengguna kartu kredit tambahan ya?
(Sebenarnya sampai disini aku ngerasa ada yang aneh. Kenapa MM nelpon aku tetapi yang disebut nama ibuku? Biasanya kalau memang benar pihak kartu kredit, tidak akan salah bicara)

Aku : Iya.
MM : Berarti ibu Soniya ya?
Aku : Iya.
MM : Kami dari master card ingin memberikan informasi bahwa ibu bisa mendapatkan kartu diskon atau kartu pendamping yang bisa digunakan oleh ibu sendiri maupun keluarga secara gratis untuk 10 tahun.
Aku : Oh iya.
MM : Ibu bisa mendapatkan diskon 30%-50% untuk pembelian tiket pesawat, hotel, klinik, dan masih banyak lagi. 
Aku : Oh iya.
MM : Kartunya mau diantarkan ke kantor? Alamatnya dimana bu?
Aku : Ke rumah saja.
MM : Untuk alamatnya bisa diberitahukan secara detail?
Aku : XXX
MM : Jam berapa ibu ada di rumah?
Aku : Jam xx.xx PM.
(Berhubung dirumahku ada kotak surat, makanya aku minta kartu diskonnya dikirimkan ke rumah saja. Tetapi ada hal yang aneh lagi, kenapa aku harus ada dirumah untuk menerima kartu diskon yang gratis?)

Baca Juga : Dihubungi Oleh Telemarketer Yang Menawarkan Asuransi

MM : Baik bu biar saya pastikan kurirnya sampai ditempat ibu.
Aku : Oke.
MM : Untuk di BNI, ibu punya berapa kartu kredit?
Aku : Punya 2 sih.
MM : Limitnya gabungan atau masing-masing ya?
Aku : Masing-masing itu limitnya.
MM : Bisa di infokan limitnya berapa saja bu?
Aku : Untuk yang JCB xx juta, untuk yang visa x juta.
(Katanya pihak kartu kredit, tetapi kok nanyain limit kartu kreditku berapa? Kan dataku semua sudah ada. Biasanya kalau nelpon bank penerbit menanyakan limit hanya untuk pencocokan data)

Telemarketing

MM : Apakah ibu mempunyai kartu kredit selain dari BNI?
Aku : Punya di CIMB Niaga dan BCA.
MM : Bisa di infokan juga limitnya berapa bu?
Aku : Yang CIMB limitnya x juta, BCA x juta.
MM : Itu semua atas nama sendiri atau kartu tambahan?
Aku : Semuanya atas nama saya sendiri.
(Lah kok nanyain kartu kredit selain BNI? Pakai nanya informasi limitnya segala. Setelah aku infoin semuanya, nada si MM berbeda. Seperti tertawa yang meremehkan gitu.)
MM : Baik bu, saya informasikan untuk semua keuntungan tersebut, dikenakan biaya sebesar Rp 3.920.000 tetapi tidak langsung di bebankan kepada customer. Ibu bisa melakukan pembayarannya dengan angsuran sampai 36 kali.
(Katanya free, kok disuruh nyicil 36 kali? Wah makin enggak benar nih, mau nipu ini namanya.)

Baca Juga : Tagihan Aneh Pascabayar Operator X*

Aku : Sebentar, ini kartu sebenarnya free atau enggak?
MM : Iurannya free selama 10 tahun ibu. Tetapi untuk mendapatkan keuntungan diskon 30%-50%, akan dikenakan biaya yang bisa ibu angsur selama 36 kali.
Aku : Loh itu namanya enggak free.
MM : Itu free ib….
(Langsung matikan telepon, aku sudah emosi banget sebenarnya karena sadar kalau MM ini mau menggiring biar itu semua dikatakan free. Selain itu, aku ingat sama cerita salah satu temanku yang sepertinya alurnya sama kaya aku ini. Makanya, aku langsung aja matikan teleponnya.)

Cerita Teman dengan Penipuan Kartu Diskon

Karena aku langsung ingat dengan kasus temanku, kalau enggak salah sekitar 2 tahun lalu. Saat temanku pertama kali menerima kartu kredit BNI. Setelah aku menutup telepon si MM itu, aku langsung menghubungi temanku ini, sebut saja inisialnya KL. Aku bertanya kepadanya, apakah dulu kasusnya dia berhubungan dengan penawaran kartu diskon yang katanya free itu? Temanku mengiyakan dan kemudian menceritakan ulang kisahnya itu.

Dream Card

KL pertama kali nerima kartu kredit BNI. Setelah itu, KL dapat telepon yang menginfokan terdapat kerja sama dari Samudra Tours dengan Dream Card. Karena KL merupakan pengguna kartu kredit BNI, makanya KL dihubungi dan mendapatkan kartu diskon yang bisa digunakan selama 10 tahun dan cukup membayar sekali saja. Kartu diskon meliputi pembelian tiket dan diskon makanan. Selama di telepon, dijelaskan semuanya sekaligus ditanyakan data diri KL. Penipu juga menginfokan akan mengirimkan kurir untuk bawa kartunya.

Mesin EDC

Saat kurirnya datang, yang mengaku salah satu pegawai Samudra Tours yang memang bekerja di cabang Bali. Kemudian kartu kredit KL di gesek di mesin EDC yang dibawa oleh kurir itu. KL juga bingung, kenapa kok mau ya kartunya di gesek? Apalagi nominalnya IDR 2.900.000. Lalu KL menghubungi Samudra Tours via WA, bagaimana caranya pengembalian dana yang sudah digunakan dari kartu kreditnya. Pihak Tours tersebut mengatakan, bila selama setahun tidak digunakan, akan ada pengembalian dana. Pada kenyataannya, tidak ada uang yang kembali. KL juga kemudian searching di Google, dan banyak juga lah yang menjadi korban dream card ini.

Merchant List, Dream Card, Samudra Tours Brochure

Setelah setahun, KL mencoba menghubungi nomor WA tersebut. Ternyata nomor tersebut sudah tidak bisa dihubungi lagi. Disini KL sudah yakin banget, ini ternyata semuanya memang perusahaan bodong. KL sudah mengikhlaskan uangnya hilang sebesar IDR 2.900.000 itu.

Kasus Penipuan Kartu Diskon Lainnya

Untuk mencari informasi lainnya di Goole, searching dengan keyword “penipuan kartu diskon”, “penipuan dream card”, dan “penipuan kartu kredit”. Kita bisa banyak banget baca cerita pengalaman orang-orang yang tertipu. Kerugian yang mereka alami bervariasi, dengan rentang IDR 1.000.000 – IDR 4.000.000. Beberapa link yang sudah ramai dengan beberapa komentar adalah :

Nomor Penipuan Kartu Diskon

Nomor penipuan kartu diskon juga akan aku share disini. Jika kalian juga dihubungi oleh salah satu nomor dibawah ini, aku sarankan lebih baik jangan di angkat. Bila ingin diangkat, boleh-boleh saja. Asalkan harus berhati-hati, jangan sampai kena tipu. Kalau bisa, buat saja pihak penipu itu lelah dan merasa rugi dan tidak berhasil untuk menipu hehehe.

  • 021 8312900
  • 021 80629575
  • 021 80629533
  • 021 80629644
  • 021 80629161

Tips menggunakan kartu kredit dan menghindari penipuan kartu diskon ini akan ku bahas di artikel lain ya. Bagi yang juga mengalami hal serupa, tolong tulis ceritanya di kolom komentar ya. Semoga kita semua dihindari dari penipuan apapun 🙂