Hello, guys ! Kali ini aku akan bercerita mengenai pengalaman aku membuat Visa Korea Selatan tanpa bantuan Travel Agent. Semuanya akan aku ceritakan secara detail, segala pertimbangan kenapa mengurus visa sendirian tanpa travel agent, apa saja persiapannya, dan biaya-biaya yang dikeluarkan selama pembuatan Visa Korea Selatan. Semoga artikel ku ini membantu ya, dan bagi yang mau mengajukan visa semoga lancar dan Approved !!! Perlu di garis bawahi, artikel yang ku tulis di bawah ini berdasarkan pengalamanku. Semua syarat yang aku sebutkan ini, sebelum diserahkan kepada Embassy of South Korea, adalah hasil rangkuman dari Website Resmi Embassy of South Korea, Informasi dari Travel Agent dan Blog yang aku baca di internet. Jika terjadi perbedaan kejadian pada saat apply, aku kurang tahu ya. Semoga artikel ini membantu πŸ™‚

Mengurus Visa Tanpa Bantuan Travel Agent

Sebelumnya aku telah membeli tiket pesawat pada acara GATF 2018 di salah satu Travel Agent. Pihak travel agent pun menawarkan bantuan pembuatan visa-nya bisa dilakukan oleh mereka dengan biaya yang lebih mahal dibandingkan aku mengurus sendiri. Sebenarnya ada alasan pribadi, aku kecewa dengan pelayanan travel agent tersebut. Saat pembelian, beberapa staf selalu berkomentar tentang pasporku dan apa yang aku jawab. Menurutku tidak ada sopan santun sama sekali, jadinya aku fix tidak mau menggunakan bantuan mereka. 

Kemudian mencari informasi travel agent lain menggunakan fitur chat dari website masing-masing. Dari semua yang aku tanyakan, untuk bantuan pengajuan Visa Korea Selatan bisa dibantu dengan transaksi yang dilakukan di travel agent tersebut. Sedangkan tiket pesawat dan hotel sudah reservasi sendiri. Karena hal ini, aku hanya menanyakan kepada mereka apa saja syarat-syarat pembuatan Visa Korea Selatan versi masing-masing travel agent. Ku ceritakan semua ini kepada ibu dan setelah berdiskusi, kami sepakat untuk mengurus Visa Korea Selatan sendiri dengan datang langsung ke Embassy of South Korea yang berlokasi di Jakarta Selatan.

Lokasi Embassy of South Korea

Kedutaan Besar Korea Selatan (Embassy of South Korea) terletak di Jl. Gatot Subroto Kav. 57, RT.1/RW.4, Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Posisi Embassy of South Korea adalah sebelum RS Medistra. Untuk mecari gedung Embassy juga sangat mudah karena ada tulisan Korea dan dijaga oleh security. Untuk masalah parkirnya kurang tahu juga, mungkin bisa ditanyakan langsung ke security yang sedang berjaga disana.

Jenis dan Biaya Visa Korea Selatan

Bila ingin liburan di Korea Selatan, bisa dipilih antara Single Visa atau Multiple Visa. Single Visa adalah visa dengan ijin masuk 1 kali dengan kunjungan dibawah 90 hari. Sedangkan Multiple Visa adalah visa dengan ijin masuk berkali-kali dalam 3 tahun. Biaya untuk Single Visa adalah IDR 592.000, untuk biaya Multiple Visa adalah sekitaran IDR 1.300.000.

Waktu Pengajuan Visa

Kapan sih waktu yang tepat untuk dapat mengajukan permohonan Visa Korea Selatan? Kita bisa mengajukan permohonan Visa Korea Selatan adalah 90 hari (3 bulan) sebelum tanggal keberangkatan. Misalkan kalau kita akan berlibur ke Korea tanggal Februari 2019, maka kita bisa mengajukan permohonan visa mulai dari Oktober 2018. Jangan mengajukan lebih dari 3 bulan, karena masa berlaku 90 hari, tanggal berlibur di Korea harus berada pada 90 hari tersebut. Pengajuan juga paling lambat 1 bulan sebelum tanggal keberangkatan, karena mengingat lama proses pengajuan Single Visa kurang lebih 6 hari kerja.

cuacanya cerah πŸ™‚

Syarat Pengajuan Visa Korea Selatan

Kalau dilihat dari website resmi Kedutaan Besar Korea Selatan, syarat yang diperlukan tidak terlalu banyak dan mudah untuk dicari. Tetapi karena banyak baca pengalaman para travel blogger yang mengurus sendiri Visa Korea Selatan maupun dengan bantuan Travel Agent, syarat yang disiapkan ternyata lebih banyak. Jadi sekarang aku akan membahas satu-satu syarat dari Embassy of South Korea, pengalaman dari travel blogger, dan informasi langsung dari pihak Travel Agent. Pada akhirnya syarat yang aku bawa langsung ke Embassy adalah gabungan dari semua informasi yang aku dapat. Apa saja kah dokumen yang musti disiapkan?

1. Paspor dengan Masa Berlaku Minimal 6 bulan dan Paspor Lama (Jika Ada)

Pada halaman website Konsulat Korea Selatan tidak tertera minimal masa berlaku paspor. Tetapi pada aturan imigrasi, paspor yang memiliki sisa berlaku 6 bulan wajib memperpanjang masa berlaku paspor. Beberapa travel agent juga menyarankan masa berlaku paspor minimal 8 bulan. Jadi lebih panjang sisa masa berlaku paspor, maka lebih aman ya. Lalu bagaimana bila sisa masa berlaku paspor kurang dari 6 bulan? Ada baiknya di perpanjang dulu di kantor imigrasi terdekat ya, baru ke Konsulat untuk pengajuan Visa. Bagi yang memiliki paspor lama juga wajib di bawa saat pengajuan Visa. 

2. Surat Sponsor Perusahaan dalam Bahasa Inggris

Surat ini dibuat oleh Perusahaan dimana kita bekerja dalam Bahasa Inggris. Isi dari surat ini adalah bahwa perusahaan menyatakan kita memang bekerja di Indonesia dan menjamin akan kembali ke Indonesia. Surat ini bisa di tanda tangani oleh HRD, GM, atau Owner. Jangan lupa harus menggunakan Bahasa Inggris, terdapat kop surat, dan cap basah perusahaan.

3. Surat Sponsor Orang Tua / Keluarga dalam Bahasa Inggris

Syarat ini aku baca dari salah satu blog yang aku temui di Google. Surat ini dibuat oleh orang tua atau keluarga denga maksud bahwa keluarga menjamin kita akan kembali ke Indonesia dan kita tidak menetap ataupun mencari kerja di Korea. Surat ini perlu di tanda tangani diatas materai 6000. Di dalam surat juga pihak orang tua melampirkan beberapa dokumen pendukung seperti fotokopi paspor orang tua, bukti reservasi apartemen, rekening koran, surat referensi bank, surat keterangan kerja, dan itinerary. Tetapi jika orang tua ikut bepergian, maka cukup melampirkan dokumen tersebut hanya 1 saja. Pengalaman kemarin, di dokumenku aku juga melampirkan data pendukung dari orang tua. Petugas kemudian mengembalikan dokumen itu dan mengatakan bahwa cukup 1 saja, karena pengajuannya bersamaan dan masih dalam hubungan keluarga.

4. Fotokopi SIUP, NPWP, SPT, TDP, HO

Bagi wiraswasta wajib mencantumkan NPWP dan SIUP atau TDP atau HO. Sedangkan bagi karyawan wajib melampirkan SPT Tahunan dan NPWP. Perlu di ingat, dokumen yang diminta bukan Pelaporan SPT yang kita lakukan di website https://djponline.pajak.go.id/ya, tapi Bukti Potong Laporan Pembayaran Pajak yang di dapat dari perusahaan. Berhubung kemarin waktu aku mengajukan permohonan visa, aku melampirkan Pelaporan SPT dan akhirnya dikembalikan oleh petugasnya. Karena yang mereka butuhkan adalah Bukti Potong Laporan Pembayaran Pajak, bukan Pelaporan SPT.

5. Rekening Koran 3 Bulan dan Surat Referensi Bank

Kalau kita mau traveling pasti harus memiliki keuangan yang baik dan cukup. Begitu juga pihak Konsulat ingin memastikan, bila kita ingin bepergian ke negara mereka agar lancar dan dapat kembali ke negara asal. Untuk itu, akan sangat baik jika kita membuat segala transaksi di rekening kita terlihat sehat dan natural. Dengan maksud uang masuk dan keluar itu seimbang, jangan sampai pengeluarannya lebih banyak dibandingkan pemasukan ke rekening. Bagi yang sudah memiliki rekening, tinggal mengatur transaksinya saja. Sedangkan bila belum memiliki rekening atau belum memiliki penghasilan sendiri (sekolah atau kuliah), bisa melampirkan rekening korang orang tua. 

Berapakan jumlah minimal uang yang harus ada di rekening koran untuk pengajuan visa korea? Hal ini sebenarnya tidak ada yang bisa menjawab secara pasti. Secara dari pihak Konsulat tidak ada menjelaskan hal tersebut. Tetapi ada perhitungan yang sempat aku baca dari blog para travel blogger dan selain itu juga dapat informasi dari pihak travel agent. Informasi dari travel agent adalah minimal saldo di rekening adalah IDR 30.000.000. Sedangkan informasi dari beberapa blog, menggunakan sistem perhitungan yang simple.

Baca Juga : Membuat Visa Waiver Jepang

Misalkan kita ingin berlibur ke Korea selama 7 hari. Maka uang yang harus ada di rekening adalah 7 hari x IDR 1.000.000 = Rp 7.000.000Menurutku, untuk cari amannya mending dikalikan IDR 2.000.000 sehingga minimal saldo di rekening untuk perjalanan di Korea selama 7 hari adalah IDR 14.000.000. Hal lain yang harus di perhatikan adalah jangan pernah memasukkan dana secara mendadak, apalagi transaksi itu muncul di rekening koran. Misalkan, secara tiba-tiba langsung memasukkan dana sebesar IDR 30.000.000, maka hal ini dapat membuat pihak Konsulat ragu dengan keuangan kita. 

Bagaimana masalah biaya pembuatan rekening koran dan surat referensi bank? Kebetulan Bank yang aku gunakan adalah BNI. Surat Referensi Bank bisa dalam Bahasa Indonesia atau dalam Bahasa Inggris dengan biaya yang berbeda. Surat referensi bank Bahasa Indonesia dikenakan biaya IDR 50.000 per lembar. Sedangkan Surat referensi bank Bahasa Inggris dikenakan biaya IDR 150.000 per lembar. Pihak Embassy tidak memberikan informasi apakah harus dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa inggris. Tetapi aku memilih Bahasa inggris karena mengacu pada semua dokumen yang aku lampirkan dalam Bahasa inggris. Untuk rekening koran, dikenakan biaya sebesar IDR 2.000 per lembar. Waktu itu mutase rekeningku selama 3 bulan banyak banget, sampai 11 halaman :v

6. Fotokopi Kartu Keluarga, KTP, Akta Kelahiran, Akta Perkawinan/Surat Nikah, Surat Ganti Nama

Dokumen ini jangan sampai lupa ya seperti Kartu Keluarga, KTP, dan Akta Kelahiran. Bagi yang tidak memiliki Akta Kelahiran, dapat melampirkan Fotokopi Ijazah SMA. Untuk yang sudah berkeluarga dapat melampirkan Akta Perkawinan atau Surat Nikah, sedangkan bagi yang pernah mengganti nama dapat melampirkan Surat Ganti Nama. Bagi pelajar yang belum memiliki KTP, wajib melampirkan Kartu Pelajar atau Surat Keterangan dari Sekolah.

7. Pas Foto Warna Latar Putih

Pas foto yang digunakan adalah harus pas foto terbaru berukuran 35 mm x 45 mm. Dengan catatan telinga harus terlihat jelas, tidak menggunakan kacamata, pakaian formal, foto tidak boleh di edit, dan di zoom standar 70%. Pas foto ini langsung di tempel di form aplikasi pengajuan visa. Saat pengajuan, bawalah foto cadangan karena saat menyerahkan dokumen, akan dimintai 1 foto lagi oleh petugas.

8. Bukti Reservasi Hotel, Tiket Pesawat, dan Rencana Perjalanan (Itinerary)

Dokumen ini sebenarnya tidaklah wajib, dan sudah diperjelas pada website Konsulat. Tetapi saat pengajuan, semua dokumen ini diambil oleh petugas. Maka dari itu, akan lebih baik bila kita melampirkan bukti reservasi hotel, entah pembayaran pada hari H ataupun menggunakan sistem uang muka. Pemesanan hotel atau apartemen bisa melalui booking.com, karena disana tersedia pembayaran di hari H. Untuk tiket pesawat, bisa membeli di travel agent maupun saat travel fair. Untuk membuat rencana perjalanan lebih detail lebih baik, tapi kalau aku hanya membuat secara garis besarnya saja.

9. Surat Keterangan Kerja dalam Bahasa Inggris

Dalam Surat Keterangan Kerja, harus terdapat informasi nama lengkap, posisi, dan alamat tempat tinggal. Surat dengan format Bahasa Inggris, terdapat kop surat, tanda tangan dan cap basah. Yang diminta adalah surat asli ya, bukan fotokopi.

10. Surat Ijin Suami

Bagi yang sudah berkeluarga, wajib melampirkan surat ijin dari suami. Mungkin lebih baik juga dengan format Bahasa Inggris ya, karena untuk surat ini aku kurang tahu infonya. Bila suami telah meninggal, bisa melampirkan Fotokopi Akta Kematian Suami. Seperti contoh kasus Ibuku. Di dalam dokumen ibuku, aku melampirkan Fotokopi Akta Kematian Bapakku dengan maksud inilah alasan ibuku tidak melampirkan surat ijin dari Suami. Saat penyerahan dokumen, petugas tidak mengembalikan fotokopi akta kematian tersebut.

11. Fotokopi Identitas Paspor Terbaru dan Lama (Jika Ada)

Yang di fotokopi adalah bagian informasi identitas kita yang berisi foto. Tetapi kalau pihak travel agent biasanya meminta untuk di fotokopi semua bagian, seperti cap negara yang terdapat di paspor kita termasuk visa apa saja yang kita miliki. Sedangkan di website Konsulat, fotokopi Visa diminta bila kita memiliki Visa Negara OECD. Kalau aku kemarin hanya menyerahkan fotokopi identitas paspor saja, untuk fotokopi semua cap negara dan visa aku bawa saja untuk jaga-jaga. Pihak petugas juga tidak meminta fotokopi semua cap negara dan visa.

12. Form Aplikasi Visa

Untuk mendapatkan formulirnya bisa di download di Website Embassy of South Korea atau disini untuk pengajuan Single Visa. Isi jawaban sesuai pertanyaan di setiap nomornya dengan pulpen tinta warna hitam, tulisan dengan huruf kapital, jawaban dalam bahasa inggris, dan tidak terdapat coretan. Buatlah form aplikasi serapi dan sebersih mungkin. Pastikan jangan ada kesalahan data dalam mengisi form. Panduan pengisian form aplikasi single visa Korea Selatan bisa di klik disini ya.

13. Slip Gaji 3 Bulan Terakhir

Lampirkan slip gaji yang dibuat oleh perusahaan, lengkap dengan Kop Surat, rincian penerimaan gaji, tanda tangan dan cap basah. Slip gaji yang diperlukan adalah 3 bulan terakhir.

Tahapan Pengajuan Single Visa Korea Selatan

1. Berangkat dari Hotel ke Embassy

Berdasarkan yang aku baca pengalaman orang-orang di internet tentang pengajuan visa, mereka datangnya pagi-pagi. Hal ini yang buat aku juga rela-rela bangun pagi, on time sarapan di hotel, dan langsung buru-buru pesan GoCar biar enggak macet. Apalagi di Jakarta berlaku aturan kendaraan ganjil-genap. Saat aku mengurus visa kebetulan tanggalnya ganjil. Syukurlah saat order langsung dapat mobil dengan plat ganjil. Kebetulan aku tinggal di Harris Hotel di Tebet. Berangkat dari hotel menuju Embassy berdasarkan Google Map menempuh waktu 10 menit kalau tidak macet. Pagi itu sudah macet, dan driver GoCar menggunakan jalan pintas dan aku sudah tidak ingat rutenya. Pokoknya sampai di Embassy of South Korea pukul 07.50 AM WIB dan aku berangkat pukul 07.30 AM WIB.

Hana Bank masih tutup πŸ˜€

Sesampai disana, lokasi masih sepi. Sebenarnya waktu itu aku bingung, ini masuk gedung di sebelah kanan atau gedung di depan ku? Tapi aku langsung masuk gedung di sebelah kanan dan sudah ada mbak yang stand by. Aku tanya urutan membuat visa. Mbak itu menjelaskan bahwa harus membayar terlebih dulu untuk mendapatkan Visa Stamp yang harus di tempel di Form Pengajuan Visa di KEB Hana Bank. Tepat posisinya di sebelah mbak-nya. KEB Hana Bank buka pukul 8 AM WIB. Bahkan bank belum buka, sudah terdapat antrian dan aku dapat nomor urut 5. Sekitar jam 8.5AM baru diperbolehkan masuk, tidak sampai menunggu 10 menit sudah dipanggil oleh tellernya. Tinggal disampaikan tujuannya membayar Single Visa untuk 2 orang. Setelah selesai membayar, akan mendapatkan bukti pembayaran Single Visa yang wajib kita tandatangani dengan menuliskan nama dan nomor telepon, dan juga mendapatkan Visa Stamp.

Baca Juga : Trip to Singapore 5D4N Part 1

Antre untuk pembayaran Visa Stamps

Keluar dari KEB Hana Bank, kita belok kanan dan jalan menuju gedung. Gedung Embassy buka pukul 8.30 AM WIB. Tetapi waktu itu semuanya dipersilahkan masuk pada pukul 8.10AM. Sebelum masuk, siapkan KTP yang akan di cek, kemudian barang bawaan juga akan di cek terlebih dahulu, kemudian baru akan diberikan ijin untuk masuk gedung. Disana juga ada security yang sudah stand by. Tunjukkan Visa Stamp kemudian kita akan diberikan nomor antrian. Kebetulan aku dapat antrian nomor 7. Selama menunggu 30 menit, ku gunakan waktuku untuk cek kembali dokumen-dokumen yang aku siapkan dan menempel Visa Stamp di Form Pengajuan Visa, tepat dibawah foto yang sudah di tempel. Saranku, lebih baik membawa lem kertas sendiri dan sediakan pulpen.

Embassy of the Republic of Korea

2. Menyerahkan Dokumen Pengajuan Single Visa Korea Selatan

Nomorku dipanggil tepat pukul 9 AM WIB. Aku serahkan langsung dokumen kepada mbak yang berada di loket 2. Percakapan singkat aku dengan petugas :

Petugas : Berapa orang mbak?
Aku        : 2 orang mbak.
Petugas : Hubungan keluarga?
Aku        : Iya mbak.
Petugas : Oh, iya. Coba saya cek dulu.

Petugasnya langsung cek semua dokumennya. Sebenarnya aku deg-degan menunggu petugas memeriksa dokumenku. Takut kalau ada yang kurang, masa aku harus ke Denpasar lalu kembali ke Jakarta lagi. Apalagi tiket sedang mahal kan. Kemudian petugasnya mengembalikan beberapa dokumen yang aku lampirkan.

Loket untuk Single Visa dan Multiple Visa

Petugas : Mbak ini ada beberapa dokumen yang saya kembalikan yah. 
Aku        : Iya mbak, ada yang salah ya?
Petugas : Iya ini kita mintanya Bukti Potong Pajak dari Perusahaan, bukan yang ini.
Aku        : Oalah yang itu, saya lupa bawa mbak.
Petugas : Oh gak papa mbak, sudah ada Slip Gaji dan Rekening Korannya.
Aku        : Oh iya mbak.
Petugas : Ini juga saya kembalikan dokumen ibunya mbak.
Aku        : Tapi itu saya buat Half Funding, bukannya saya harus cantumkan ya mbak?
Petugas : Cukup satu aja mbak soalnya kan satu keluarga.
Aku        : Oh siap mbak.
Petugas : Mbak punya foto cadangan?
Aku        : Ada mbak.
Petugas : Saya minta masing-masing satu buah yah.

Kemudian petugas langsung jepit dokumenku dan ibuku dengan masing-masing 2 paspor menggunakan jepitan hitam. Lalu ditaruh di suatu keranjang. Disusul dengan petugas memberikan bukti untuk pengambilan paspor minggu depan.

Petugas : Ini sudah dibuat tanggal pengajuan masuk 17-01-2019, mbak baru boleh mengambil paspor mulai dari tanggal 25-01-2019. Sehari sebelumnya, boleh di cek dulu di website apakah pengajuan visa-nya disetujui atau tidak.
Aku        : Siap mbak.

Tanda Terima dan dijadikan bukti dalam pengambilan paspor

3. Cek Status Pengajuan Visa

Ini adalah yang paling menegangkan dalam pengajuan visa. Menunggu dan berharap status dari β€œUnder Review” menjadi β€œApproved” itu benar-benar harap cemas. Rasanya campur aduk. Perut mules tapi di bawa ke toilet gak menghasilkan apa-apa. Hari demi hari cek statusnya, tetap saja β€œUnder Review”. Kita bisa cek status pengajuan visa langsung di hari kita menyerahkan dokumen. Waktu itu aku langsung siang hari cek status visa dan hasilnya adalah Under Review.

Saat status masih Under Review πŸ™

Di hari keempat sebenarnya aku sudah gelisah banget. Kok sampai hari ini statusnya belum berubah? Beberapa yang aku baca dari cerita para blogger, di hari ketiga mereka sudah mendapatkan status Approved. Aku cek waktu jam kerja sekitar pukul 11 AM Wita, hasilnya masih sama Under Review. Perasaan sudah campur aduk, ini bakalan lolos apa enggak ya. Aku iseng lagi cek sekitar pukul 1 PM Wita, dan hasilnya sangat mengejutkan. Pengajuan visaku di Approved ! Waahhhh seneng banget dah pokoknya. Langsung ucap syukur kepada Tuhan. Akhirnya lolos juga ini πŸ™‚

Baca “Approved” rasanya kaya jatuh cinta <3

Cek status pengajuan visa dengan membuka link https://www.visa.go.kr/openPage.do?MENU_ID=10301, dengan memasukkan beberapa data yang diminta. Pertama pilih Type of applications yaitu Diplomatic Office. Pilih Passport No. kemudian masukkan nomor paspornya. Di bagian Name in English masukkan nama dengan English Format, contohnya Made Dwi Anggraeni. Maka tuliskan nama tersebut dengan format Anggraeni Made Dwi. Pada Date of Birth, masukkan tanggal lahir dengan format yyyy-mm-dd, contohnya 1998-01-02. Lanjutkan dengan klik Search, maka akan keluar hasilnya apakah Under Review, Approved, atau Rejected.

4. Pengambilan Visa

Untuk pengambilan visa ada aturan jam yang berlaku, yaitu pada pukul 2 PM – 4 PM. Syaratnya adalah dengan membawa surat bukti penyerahan dokumen pengajuan sebelumnya dan ditaruh pada keranjang merah. Kemudian tunggu sampai nama kita dipanggil oleh petugas. Aku mengambil paspor pada tanggal 25 Januari 2019, tepat di minimal tanggal pengambilan paspor. Karena memang sudah statusnya Approved, maka aku berani langsung mengambil paspor di tanggal minimal tersebut. Aku tepat sampai di Embassy of South Korea pada pukul 2 PM dan tempat duduk di dalam sudah habis. Sampai bahkan ada yang duduk lesehan di bawah. Kurang lebih aku menunggu sekitar 15 menit, barulah namaku di panggil. Lalu aku menerima 2 paspor dan diminta untuk mengecek kembali apakah benar semuanya baru boleh meninggalkan Embassy. Syukurlah semuanya datanya sudah benar.

yeaayyyyy visa ditangannn πŸ™‚

Bagaimana Pengajuan Visa Tidak Lolos?

Kalau sampai terjadi seperti ini, jujur aja. Aku turut berduka cita sedalam-dalamnya. Kita enggak bias berbuat apa-apa. Berdasarkan apa yang aku baca dari tulisan para bloger, ada yang katanya 6 bulan kemudian baru bias mengajukan kembali. Pasti rasanya sedih, kecewa dan bingung. Kenapa ya visa kita enggak lolos? Hal pertama yang musti dilakukan adalah mengingat kira-kira apakah ada kesalahan dalam penulisan form, dokumen yang kurang, atau isi dari dokumen ada yang salah. Hal itu yang dapat menjadi pelajaran agar pengajuan dikemudian hari bisa berhasil. Hal yang kedua, segera beli tiket liburan dengan tujuan domestik maupun internasional yang tanpa membutuhkan visa, misalkan Singapore dan Malaysia. Destinasi domestik juga tidak kalah bagusnya kok. 

Bagi yang mencoba membuat Visa Korea Selatan semoga berhasil ya dan artikelku ini semoga bisa membantu. Kalau ada pertanyaan silahkan tulis komentar dibawah ya. Sesegera mungkin aku akan jawab J