Kali ini aku akan membahas mengenai apa itu Bronchopneumonia. Penyakit ini aku alami sekitar bulan Agustus 2016. Semuanya berawal dari sakit batuk biasa yang aku alami, dilengkapi dengan radang tenggorokan, demam, dan flu. Aku berobat di salah satu klinik di Denpasar, yaitu Quantum Sarana Medik. Pertama kali kunjungan, aku memberikan keluhan sudah 2 minggu batuk tidak reda dan selama itu aku minum obat batuk yang dapat di beli di apotik. Dengan obat tersebut tidak mengalami perubahan sama sekali, bahkan setiap harinya tiap tengah malam selalu kebangun karena batuk yang sangat keras. Dokter umum tersebut mengatakan, bila seminggu lagi dengan meminum obat yang diberikan tidak juga mengalami perubahan, maka aku harus kembali ke klinik untuk dilakukan rontgen pada bagian dada. Untuk memastikan apakah aku terkena TBC (tuberculosis) atau tidak.

Selama seminggu, batukku juga tak kunjung membaik. Setiap kali batuk, rasanya sangat sakit di bagian dada. Suara yang dikeluarkan juga sangat keras, kadang aku sampai malu ketika kali batuk. Selalu merasa suara batuk yang aku keluarkan akan mengganggu orang-orang yang berada di sekitarku. Terutama saat sedang bekerja maupun pada malam hari. Karena, batukku akan sangat parah ketika malam hari. Setiap aku rebahan di tempat tidur, batuk itu akan muncul terus. Itu aku rasakan berminggu-minggu. Bahkan disaat aku sudah tertidur, bias bangun tiba-tiba sekitar pukul 12PM sampai 3AM karena batukku itu.

bronchopneumonia

Akhirnya aku kembali ke Klinik Quantum Sarana Medik pada tanggal 31 Agustus 2016. Mendaftar seperti biasa ke bagian dokter umum. Aku jelaskan ulang lagi batukku aku alami semenjak kapan dan sudah pernah ke klinik ini kapan dan diberikan obat saja. Lalu aku dibuatkan surat pengantar untuk melakukan rontgen. Waktu itu tidak banyak orang akan melakukan rontgen, sehingga aku antri di depan ruang radiologi sekitar 10 menit. Aku lumayan tidak tenang karena aku takut kena TBC atau penyakit yang lainnya.

bronchopneumonia

niia’s thorax rontgen

Tiba juga giliranku untuk mengambil foto rontgen. Pertama, aku diminta untuk membuka pakaian bagian atas yaitu baju termasuk bra. Lanjut menggunakan pakaian pasien dan diminta berdiri membelakangi sinar – X tersebut. Kedua tangan berada di belakang pinggang dan saat pengambilan foto pada saat menarik nafas kemudian nafas di tahan. Kurang lebih sekitar 10 menit, hasil fotoku sudah selesai dengan hasil diagnosanya adalah Bronchopneumonia. Aku antri lagi untuk mendapat penjelasan mengenai hasil foto rontgen ku itu. Di saat aku mengantri, batukku kambuh lagi yang benar-benar dalam semenit enggak ada henti-hentinya. Semua orang yang mengantri dalam satu lorong itu melihatku. Aku malu banget waktu itu dan merasa enggak enak hati, jadinya aku turun ke toilet dan baru bisa batuk sepuasnya.

Setelah mendapatkan giliran untuk penjelasannya, dikatakan bahwa aku terkena Bronchopneumonia. Dibuktikan dengan adanya bercak-bercak putih di hasil foto rontgen ku. Aku juga lihat beberapa penjelasan yang ditulis oleh dokter yang bertugas di radiologi. Tulisan yang terdapat disana adalah sebagai berikut :

  1. Jantung : Posisi normal, tidak mengalami pembesaran, CTR tampak normal.
  2. Aorta : Tidak tampak elongasi, tidak tampak pelebaran, tidak tampak calcificasi.
  3. Pulmo : Hilus kasar fibrotik, meluas ke para hilar dan para cardial.
  4. Mediastinum : Trachea midline, sudut carina dalam batas normal. Tak tampak adanya pelebaran mediastinum.
  5. Sinus Costophrenicus : Sinus Costophrenicus kanan kiri tampak normal.
  6. Diapragma : Diapragma kanan dan kiri tampak dalam batas normal,
  7. Tulang : Tidak tampak tanda-tanda fracture pada tulang-tulang dinding dada, tampak scoliosis cv thoracolumbal ke kanan.
  8. Dinding Thorax : Dinding thorax dalam batas normal.

Baca Juga :Β Hidup Dengan Skoliosis (Part 1)

Aku lihat di bagian kanan dan kiri paru-paruku memang terdapat bercak-bercak putih. Keluhan utamaku adalah memang batuk yang tiada henti dan dahak sangat susah keluar. Kemudian dokter tersebut memberikan beberapa obat-obatan dan setelah seminggu meminumnya bersyukur banget aku sembuh. Apakah itu Bronchopneumonia? Apakah penyebab dan gejala-gejalanya? Yuk dibaca dibawah ya πŸ™‚

Pengertian Bronchopneumonia

Pneumonia adalah kategori infeksi pada paru-paru yang dapat terjadi ketika virus, bakteri, atau jamur yang menyebabkan peradangan dan infeksi pada alveoli (kantung udara kecil) pada paru-paru. Bronchopneumonia atau bisa disebut dengan Pneumonia Lobular merupakan jenis pneumona yang menyebabkan peradangan pada bronkus, dimana bronkus merupakan saluran udara yang memberikan asupan udara pada paru-paru. Dengan tingkat gejala Bronchopneumonia yang berbeda pada tiap orang, seseorang dengan Bronchopneumonia bisa saja sulit bernapas karena saluran udara yang terbatas. Hal ini disebabkan paru-paru tidak mendapat udara yang cukup.

Pneumonia

Gejala Bronchopneumonia Pada Dewasa dan Anak-Anak

Beberapa gejala Bronchopneumonia dengan jenis Pneumonia lainnya memiliki kesamaan. Biasanya sering diawali dengan gejala yang mirip dengan flu, yang dapat menjadi lebih parah selama beberapa hari.

Gejala Bronchopneumonia Pada Dewasa

Dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, gejala yang timbul mungkin bisa sangat serius. Berikut gejala-gejala Bronchopneumonia yang dapat timbul pada orang dewasa :

  1. Batuk berdahak.
  2. Demam.
  3. Mengalami sesak nafas.
  4. Bernafas lebih cepat dari biasanya.
  5. Mengalami sakit atau nyeri pada dada.
  6. Berkeringat.
  7. Merasa panas dingin.
  8. Sakit atau nyeri pada otot-otot.
  9. Sakit kepala.
  10. Kelelahan.
  11. Nyeri pada dada akibat radang atau batuk yang berlebihan, disebut dengan Pleuritis.
  12. Merasa kebingungan yang disebut Delirium, terutama pada orang tua.

Gejala Bronchopneumonia Pada Anak-Anak

Bisa saja pada anak-anak dan bayi menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Gejala Bronchopneumonia yang paling umum pada bayi adalah batuk. Gejala-gejala yang lainnya adalah :

  1. Memiliki kadar oksigen darah yang rendah.
  2. Mengalami retraksi pada otot dada.
  3. Memiliki denyut jantung yang cepat.
  4. Sifat yang mudah marah.
  5. Penurunan nafsu makan maupun minum
  6. Susah tidur.
  7. Demam.

Penyebab Bronchopneumonia

Bakteri merupakan sebagian besar penyebab Bronchopneumonia. Di luar tubuh, bakteri penyebab Bronchopneumonia menyebar dan menular di antara orang-orang yang berdekatan melalui batuk dan bersin. Seseorang menjadi terinfeksi dengan menghirup bakteri tesrsebut. Bakteri umum Bronchopneumonia adalah :

  1. Staphylococcus Aureus.
  2. Haemophilus Influenza.
  3. Pseudomonas Aeroginosa.
  4. Escherichia Coli.
  5. Klebsiella Pneumoniae.
  6. Proteus Species.

Kondisi seperti ini biasanya terjadi di rumah sakit. Orang yang datang ke rumah sakit untuk pengobatan penyakit lain kebanyakan memiliki system kekebalan yang terganggu atau lemah. Sakit mempengaruhi bagaimana tubuh melawan bakteri, sehingga tubuh akan mengalami kesulitan dalam mengatasi infeksi baru. Pneumonia yang terjadi di rumah sakit mungkin juga merupakan hasil bakteri yang resisten terhadap antibiotik.

Faktor Resiko Pengembangan Bronchopneumonia

Beberapa faktor yang ada seperti usia, lingkungan, gaya hidup, dan kondisi medis tertentu pada seseorang. Penjelasan untuk setiap bagiannya adalah sebagai berikut :

  1. Bila dilihat dari factor usia, orang yang berusia 65 tahun atau lebih, dan pada anak-anak yang berusia 2 tahun atau lebih muda memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena Bronchopneumonia dan komplikasi akibat kondisinya.
  2. Jika dilihat dari factor lingkungan, orang yang bekerja di atau sering berkunjung ke panti jompo memiliki resiko terkena Bronchopneumonia.
  3. Dari sisi gaya hidup, bila seseorang merokok, memiliki gizi buruk, dan memiliki riwayat penggunaan alcohol berat dapat meningkatkan resiko terkena Bronchopneumonia.
  4. Sudut pandang kondisi medis, pada kondisi medis tertentu dapat meningkatkan resiko untuk berkembangnya Bronchopneumonia ini. Beberapa contoh kondisi medis seperti memiliki penyakit paru-paru yang kronis (asma, penyakit paru obstruktif kronik), memiliki HIV / AIDS, memiliki system kekebalan tubuh yang lemah karena kemoterapi atau penggunaan obat imunosupresif, memiliki penyakit kronis (penyakit jantung, diabetes), memiliki penyakit autoimun (rheumatoid, lupus), batuk kronis, mengalami kesulitan menelan, dan menerima dukungan ventilator.

Perawatan Bronchopneumonia

Bila seseorang telah terjangkit Bronchopneumonia, pasien tersebut dapat dilakukan perawatan dirumah, rawat jalan, atau rawat inap dirumah sakit. Biasanya Viral Bronchopneumonia tidak memerlukan perawatan medis, kecuali jika keadaannya parah. Biasanya akan membaik dalam kurun waktu 2 minggu. Bila Bronchopneumonia disebabkan oleh bakteri atau jamur mungkin memerlukan pengobatan.

Dokter akan memberikan resep seperti antibiotik jika penyebab pneumonia nya adalah bakteri. Penggunaan antibiotik setelah 3 sampai 5 hari, kebanyakan pasien akan merasa lebih baik. Tetapi antibiotik tersebut harus dikonsumsi sampai habis agar terhindar dari infeksi yang dating kembali. Dalam beberapa kasus, dokter akan meresepkan obat antiretroviral untuk membantu mengurangi tingkat gejala yang parah.

Beberapa kasus perlu pergi ke rumah sakit bila usia diatas 65 tahun, mengalami sulit nafas, nyeri pada dada, bernafas lebih cepat dari biasanya, tekanan darah rendah, tampak tanda kebingungan, dan butuh bantuan pernapasan. Pengobatan di rumah sakit juga termasuk antibiotik intravena (IV).

Mencegah Pneumonia

Cara yang sederhana untuk mengurangi resiko terkena penyakit Bronchopneumonia ataupun penyakit lainnya adalah dengan mencuci tangan yang tepat dan benar. Vaksinasi juga bisa membantu mencegah terkena pneumonia dari beberapa jenis yang ada. Jenis bakteri pneumonia yang umum dapat dicegah menggunakan vaksin adalah Pneumokokus. Vaksin tersebut tersedia bagi orang dewasa maupun anak-anak. Konsultasi dengan dokter untuk membahas hal ini lebih lanjut ya.

Waktu Penyembuhan Bronchopneumonia

Mayoritas penderita Bronchopneumonia sembuh dalam beberapa minggu. Lamanya waktu uang dibutuhkan untuk sembuh dari Bronchopneumonia bergantung pada beberapa factor seperti :

  1. Usia.
  2. Seberapa banyak bagian paru-paru yang terkena Pneumonia.
  3. Seberapa beratnya Pneumonia yang di derita.
  4. Jenis organisme yang menyembabkan infeksi pada paru-paru.
  5. Kesehatan secara keseluruhan dan kondisi yang mendasari.

Baca Juga :Β Pengalaman MRI (Magneting Resonance Imaging)

Nah sudah tahu kan mengenai apa itu Bronchopneumonia? Ini merupakan salah satu penyakit yang buat aku bolak-balik klinik. Selain itu juga pernah seperti Bronchitis, Gejala Demam Berdarah, Vaksin Rabies, dan Cidera Lutut pada bagian Meniscus. Cerita dari semuanya akan segera ditulis ya hehehe. So, kalau sudah batuk lebih dari 2 minggu, lebih baik konsultasikan segera ke dokter ya agar segera diatasi. Jangan sampai sakitnya berlarut-larut. Takutnya bila terlambat malah akan menjadi lebih parah sakitnya. Konsumsi makanan yang sehat, beristirahat yang cukup, dan berolahraga ya agar tubuh selalu sehat. Jangan lupa di share ! πŸ™‚

References :