Bagi yang memelihara atau pecinta anjing, sudahkah tahu mengenai Canine Distemper? Mungkin sebagian sudah tahu ya mengenai hal itu. Bagi yang belum, boleh simak artikel ini. Kenapa kali ini aku membahas tentang Canine Distemper? Karena sebelumnya beberapa anjingku mati satu per satu karena penyakit ini. Sedih banget ketika melihat mereka berusaha melawan Canine Distemper ini. Banyak yang mengatakan bahwa bila anjing terjangkit penyakit ini, bila diketahui dan ditangani dengan cepat, maka anjing bisa sembuh dari penyakit ini. Tetapi bila sudah terlambat seperti telah menyerang saraf, maka bisa jadi di kemudian hari anjing akan mati ataupun kalau masih bertahan dapat mengalami cacat yang permanen.

Pengertian Canine Distemper

canine distemper

Telapak Mengeras

Canine Distemper merupakan virus yang dapat menyerang saluran pernafasan, saluran pencernaan, sistem syaraf pusat, dan selaput konjungtiva mata pada anjing yang memiliki tingkat kematian sangat tinggi. Penyakit Canine Distemper disebabkan oleh virus CDV (Canine Distemper Virus) yang lebih sering terjadi pada anjing yang berusia dibawah 1 tahun. Tetapi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada anjing yang berusia 1 sampai 10 tahun. Biasanya terjadi pada anjing dewasa yang tidak pernah mendapatkan vaksin atau vaksin tahunan yang tidak rutin.

Keadaan kulit pada anjing yang terkena Canine Distemper akan menjadi berwarna merah yang nantinya akan mengelupas. Pada telapak kaki akan mengeras yang lebih dikenal dengan Hard Pad Disease. Kerusakan dapat terjadi pada kornea mata di beberapa kasus, dimana kornea mata akan terlihat lebih keruh dan kadang disertai dengan luka yang dapat menyebabkan kebutaan.

Gejala Canine Distemper

Canine Distemper dapat menyebabkan gejala-gejala pada beberapa sistem tubuh pada saluran pencernaan, saluran pernapasan, otak, dan sumsum tulang belakang. Gejala umum yang dapat dilihat pada anjing yang telah terkena Canine Distemper adalah seperti lesu, mata belekan, kurangnya nafsu makan, muntah, diare, pilek, dan batuk. Semua itu bergantung pada organ yang diserang, misalkan bila virus tersebut menyerang saluran pencernaan, maka anjing akan mengalami muntah-muntah dan diare.

Gejala-gejala yang bisa terjadi pada anjing yang menderita Canine Distemper adalah sebagai berikut :

  1. Demam.
  2. Cairan yang keluar dari mata atau hidung, maksudnya adalah belekan pada mata.
  3. Lesu.
  4. Sesak nafas.
  5. Batuk.
  6. Muntah.
  7. Hilangnya nafsu makan.
  8. Diare.
  9. Peradangann pada bagian mata.
  10. Pengerasan pada tapak kaki dan hidung.
  11. Otot mengalami kedutan.
  12. Rentang terserang infeksi skunder oleh bakteri terutama Pneumonia.

    canine distemper

    Mata Belekan

  13. Kejang tidak terkendali di beberapa bagian tubuh. Ciri-ciri kejng dengan adanya pengeluaran air liur yang tidak terkendali. Ciri lainnya adalah seperti gerakan mengunyah permen karet.
  14. kelemahan atau kelumpuhan.
  15. Peningkatan sensitivitas terhadap sentuhan atau rasa sakit.
  16. Gerakan yang tidak terkoordinasi.

Kondisi yang paling parah bila virus ini telah menyerang sistem saraf. Bila telah terkena sistem saraf, maka gejala yang timbul adalah kedutan terutama pada kelopak mata, merasa sakit bila disentuh atau disebut dengan Hiperesthesia, bibir, dan mengalami kejang. Penyerangan sistem saraf ini bisa diawali dengan penyerangan pada sistem pencernaan ataupun pernafasan.

Waktu untuk ke Dokter Hewan

Semakin cepat semakin baik, sepertinya kalimat tersebut sangat cocok bila kita menemukan gejala-gejala pada anjing kita yang tidak seperti biasanya. Bila kita sudah melihat anjing peliharaan kita berkurang nafsu makan dan lemas, segeralah bawa ke dokter hewan terdekat. Karena bila virus tersebut baru menyerang saluran pencernaan ataupun pernafasan, anjing tersebut memiliki peluang sebesar 50% untuk dapat sembuh.

Penularan Canine Distemper

Penularan virus Canine Distemper ini dapat terjadi bila kontak langsung dengan urin segar, darah, air liur, bersin, berbagi mangkuk makanan, dan batuk yang terjadi dari satu anjing ke anjing lainnya. Contohnya seperti aku yang saat itu memilik banyak anjing, hampir semuanya terkena Canine Distemper dalam waktu yang bersamaan.

Pengobatan Canine Distemper

canine distemper

Bagian Hidung Mengeras

Sampai saat ini belum ada obat yang dapat menghancurkan virus Canine Distemper ini. Yang dapat dilakukan adalah perawatan yang dilakukan oleh Dokter Hewan dengan memberikan cairan infus untuk mencegah dehidrasi dan antibiotik yang bertujuan untuk menangkal infeksi sekunder. Hanya beberapa anjing saja yang mampu bertahan melawan penyakit ini. Contohnya dari 10 anjingku, yang mampu bertahan 8, sisanya lagi 2 sudah tidak bisa bertahan dan mati di klinik hewan πŸ™

Pencegahan Canine Distemper

Untuk mencegah Virus Canine Distemper ini mengenai anjing peliharaan kita, pastikan anjing kita telah menyelesaikan seri vaksinasi Canine Distemper. Jika terdapat anak anjing, pastikan anak anjing tersebut mendapatkan vaksinasi pertama di usia 6 sampai 8 minggu. Jauhkan dari setiap anjing atau lingkungan yang terinfeksi sampai menyelesaikan vaksinasinya pada usia 4 atau 5 bulan. Lakukan pembersihan secra rutin dirumah dan kandangnya untuk memastikan virus tidak berada dalam lingkungan tempat tinggal anjing.

Masalah Setelah Sembuh dari Canine Distemper

Anjing yang sembuh dari Penyakit Canine Distemper mungkin akan mengalami gangguan sistem saraf pusat atau kejang yang mungkin akan muncul setelah bertahun-tahun kemudian. Bisa saja pada usia tua anjing tersebut. Anjing tersebut dapat mengalami keruskan otak dan saraf permanen. Bisa juga gejala-gejala tersebut tidak akan muncul sampai beberapa tahun kemudian.

Baca Juga :