Hello Bloggers and Skoliosers ! Kali ini aku akan melanjutkan cerita Hidup dengan Skoliosis. Pada artikel ini, aku lebih fokus membahas bagaimana proses fisioterapi yang aku jalani. Berawal dari ibuku yang selalu mengeluh bagian bahunya yang kaku. Aku pikir sepertinya ibuku ini perlu fisioterapi. Jadinya aku yang mengantar ibuku fisioterapi di Rumah Sakit BaliMed. Sampai sana, sambil menunggu ibuku fisioterapi, aku hanya bermain dengan internet saja. Hampir sejaman hanya duduk saja. Saking gak ada kerjaannya, aku tengok sana sini, nemulah kaca besar.

Baca Juga : Hidup dengan Skoliosis (Part 5)

microwave diathermy

Microwave Diathermy

Lalu aku ngaca deh disana. Hehehe.. Ini bukan ngaca karena narsis ya, tapi aku ngaca karena ingin melihat bentuk tubuhku. Aku merasa badanku ini miring. Apalagi bagian bahunya, terlihat jelas bahwa bahu kiriku lebih tinggi dibandingkan bahu kanan. Waktu itu ibuku lagi di sinar dengan alat apa gitu yang ada di ruangan fisioterapi. Terus ibuku bilang deh sama petugas disana kalau aku skoliosis. Malah ditanya gini sama petugasnya, “kok gak dirujuk untuk fisioterapi? Skoliosis kan harus di fisioterapi juga.”. Aku kaget, loh ternyata perlu ya? Lalu aku diperiksa deh sama petugas disana. Sebut saja namanya T. Hehehee.. Saat itu aku disuruh untuk membungkuk, dan sambil ditanya-tanya gitu tentang skoliosisku.

T : Bungkuk sebentar ya, saya mau cek dulu.
Aku : (mangguk-mangguk aja lalu bungkuk).
T : Ini ototnya sudah tinggi sebelah loh bagian yang kanan. Tak tekan ya sekarang, sakit apa enggak? (langsung aja di tekan sama Mbak T ini, bagian ototku yang sudah naik alias tegang alias menonjol).
Aku : Aduh.. (sakit bookk).
T : Tuh kan, ini ototnya sudah tegang sekali lo. Bener-bener enggak pernah fisioterapi ya?
Aku : Iya mbak.. Waktu periksa, gak ada disuruh fisioterapi.
T : Emangnya disuruh ngapain aja sama dokternya untuk skoliosismu?
Aku : Hanya disuruh renang saja, dan disarankan juga untuk menggunakan brace untuk sering-sering duduk.
T : Sudah pakai brace?
Aku : Belum.
T : Kok?
Ibuku : Iya, kata temen-temennya, yang udah pakai brace, katanya lecet-lecet gitu. Jadinya anak saya sudah takut duluan.
T : Oh, gak semua brace bikin lecet kok. Ada brace yang aman di pakai, tapi kalau harganya emang agak mahal. Sudah berapa lama skoliosis?
Aku : Sudah 7 tahun mbak.
T : Oh sudah lama ya? Sudah berapa derajat?
Aku : 10 derajat.
T : Mumpung masih 10 derajat, jadi harus menggunakan brace, renang, dan fisioterapi. Dalam seminggu, berapa kali renangnya?
Aku : Hehehe.. Jarang saya renang mbak, soalnya enggak bisa renang.
T : Lah. Harus bisa renang, soalnya enggak ada lagi olahraga yang bisa bantu skoliosismu. Berperan penting sekali renang itu.
Aku : Iya mbak.
T : Apa saja keluhanmu selama ini?
Aku : Sering ngerasain sakit dibagian bengkoknya. Duduk cepat lelah. Bawa tas juga cepet capek. Keseringan nyeri tulang yang tidak tertahankan.
T : Oh bener dah. Kalau kamu cepat ngerasa capek itu karena ototmu sangat tegang sekali. Sedangkan kalau ngerasa sakit nyeri itu bisa jadi ada saraf yang sudah terkena, atau kejepit. (buset, ini dah yang aku takutkan kalau terkena saraf). Nah , kalau kena sarafnya sudah parah sekali, lama kelamaan bisa lumpuh dibagian saraf yang terkena itu. Jadinya, harus rajin fisioterapi, renang, dan menggunakan brace agar derajatnya tidak nambah. Karena semua orang yang skoliosis ringan itu memiliki kemungkinan derajatnya makin parah.
Aku : (mangguk-mangguk aja).
T : Oya, jangan pakai tas lain ya, pokoknya harus pakai tas gandong aja. Tas yang lain bisa buat skoliosismu tambah parah. Kapan mau fisioterapi? Sekalian bawa rongtennya ya, bhiar saya lihat skoliosismu kaya gimana.
Aku : Iya mbak.

Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation TENS

Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS)

Gara-gara itu, ibuku langsung menyuruhku untuk secepatnya fisioterapi. Akhirnya, aku fisioterapinya besoknya. Nah disana aku tunjukin deh foto rongtenku sama mbak T. Disana, mbak T juga jelasin, bagian mana yang sering aku sakit, dan bagian saraf yang mana yang kemungkinan bakalan bermasalah karena skoliosisku. Lalu aku disuruh berbaring di tempat tidur pasien itu, dengan lepas baju pastinya. Lalu disinari oleh sinar yang membuat tubuh yng terkena menjadi hangat. Mungkin kalau gak salah lamanya disinari itu sekitar 30 menitan. Lalu setelah itu, aku enggak tahu nama alatnya. Bagian ototku yang tegang itu diisikan cairan yang agak dingin, lalu digosok dengan alat yang beraliran listrik. Saat itu aku sering ngeluh sakit karena kata mbak T saking tegangnya ototku itu, makanya sampai sakit seperti itu.

Baca Juga : Hidup dengan Skoliosis (Part 7)

Itu sekitar 15 menitan kalau enggak salah (maaf enggak ngitung). Lalu baru diberikan aliran listrik, enggak tahu nama alatnya apaan lagi. Pokoknya ada 2 kabel yang ditempelkan di punggungku, lalu disuruh ngerasain, kalau sudah kerasa strumnya, bilang stop. Nah, pakai alat itu kalau enggak salah selama 10 menit. Setelah itu, aku udah disuruh pakai baju, dan duduk di kursi dan melakukan beberapa posisi, yah agak lumayan sakit karena baru pertama kali ya. Sekitar 5 menitan. Lalu aku disuruh berbaring lagi, dan disuruh melakukan beberapa bagian gerakan, yang juga membuat lumayan sakit sih. Jadinyta setiap ngerasain sakit, disuruh tarik nafas gitu dah. Untuk gambar alat yang waktu aku pakai saat fisioterapi bisa dilihat di sini ya, cuma aku enggak tahu apa nama alatnya, ehehehe.

ultasound hanil

Ultasound Hanil

Kata mbak T, kalau mau tahu perubahan derajat, itu harus melakukan kegiatan terapi secara rutin. Renang, fisioterapi, sama menggunakan brace. Baru kita bisa mengetahui 6 bulan kemudian, bagaimana perkembangan derajat skoliosisnya. Tapi emang sih setelah fisioterapi (pertama kali) emang agak sakit, apalagi pas esoknya bangun, rasanya agak gimana gitu. Tapi aku yakin, kalau fisioterapi secara rutin, dan ada usaha dan tetap berdoa, semoga ada perubahan. Jadi kesimpulannya, fisioterapi itu penting bagi penderita skoliosis. Waktu aku fisioterapi, sekalinya fisioterapi biayanya kurang lebih sekitar Rp 180.000. Yup segitu dulu ya artikelku, semoga artikelnya bermanfaat ya.. Salam skolioser !!! ^^