Kali ini menikmati weekend di Bedugul dan Buleleng merupakan liburan yang tidak direncanakan dengan benar. Bahkan di saat mau berangkat ke Bedugul, wilayah Denpasar sudah mendung dan hujan gerimis. Beberapa tempat juga sudah diguyur hujan lebat. Tetapi aku memutuskan untuk tetap berangkat ke Bedugul karena melihat ramalan cuaca bahwa di daerah sana akan terang. Kenyataannya Bedugul hujannya sangat deras dan kabut berada di jalanan. Syukurnya selama perjalanan enggak macet tetapi sayangnya tidak bisa mengunjungi beberapa tempat yang aku inginkan.

strawberry garden

Agro Wisata Sekar Sari

Perjalanan dari Denpasar menuju Bedugul, misalkan saja ke Kebun Raya Bedugul, akan menempuh waktu selama kurang lebih 2 jam kalau tidak kena macet. Niat awalnya mau metik strawberry di kebun-kebun milik petani lokal disana. Jadinya kami langsung ke tepi Danau Buyan. Danau Buyan itu sudah termasuk wilayah Buleleng. Sesampai disana ternyata sudah banyak Strawberry Garden yang sudah hilang. Aku juga agak kaget. Masih ada beberapa Strawberry Garden hanya saja kita tidak tahu siapa pemiliknya. Sehingga disana aku menikmati Danau Buyan terlebih dahulu sambil menunggu cuaca menjadi lebih baik. Saat itu hujan deras dan banyak kabut, dan ada hal menarik disana. Aku bertemu dengan beberapa anjing dan aku memberi mereka makan disana.

Baca Juga : Anjing Liar di Danau Buyan

Setelah merasa puas mengambil foto Danau Buyan, anjing yang ada disana, dan selfie, aku melanjutkan perjalanan sambil melihat situasi. Hujan sudah mulai reda dan di sebelah kiri jalan, aku melihat plang yang bertuliskan “Agrowisata Sekar Sari. Strawberry petik sendiri”. Daripada aku mencarinya dibawah lagi dan enggak tahu harganya berapa, aku mencoba untuk masuk ke Agrowisata Sekar Sari. Kemudian disana aku menanyakan berapa biayanya.

strawberry garden

Strawberry yang Belum Siap Panen

Biaya yang dikenakan per orang sebesar IDR 40.000 dengan benefit yang didapatkan seperti pengunjung dapat memakan buah strawberry sepuasnya. Selain itu juga pengunjung mendapat jus strawberry. Jika ingin memetik buah strawberry untuk dibawa pulang, dikenakan biaya IDR 60.000 per kg. Pengunjung akan diberikan keranjang kecil untuk memetik buah strawberry. Di Agrowisata Sekar Sari, terdapat 3 Strawberry Garden. Sebenarnya juga terdapat tanaman hias lainnya tetapi sepertinya masih dalam proses pembangunan.

Baca Juga : Liburan di Bali – Danau Buyan

Strawberry Juice nya juga lumayan enak rasanya. Tanpa dicampur es pun rasanya sudah dingin. Mungkin karena wilayah disana memang sudah dingin kali ya, makanya enak banget rasanya. Disaat aku memetik strawberry, hujan pun turun dengan deras. Dan aku enggak nyangka aku memetik buah strawberry selama 1 jam itu belum juga penuh keranjangnya. Mungkin karena aku fokus buat foto-foto aja kali ya hahaha. Jadinya aku cepat-cepat memetik buahnya karena target jam 3.30PM sudah harus kembali ke Denpasar.

strawberry garden

Pilih Sendiri Strawberry yang Akan di Bawa

Setelah selesai memetik Strawberry, aku memberikan keranjangku kepada pemilik kebun. Strawberry di letakkan di plastik mika dan di timbang. Ternyata Strawberry yang aku petik beratnya lebih dari 1 kg, kelebihannya 1 ons. Pemilik kebun memberikan kelebihannya secara gratis hehe. Yah lumayanlah ya. Selama aku memetik Strawberry, salah satu kendalanya adalah masih agak bingung untuk memilih Strawberry yang benar-benar siap panen. Apalagi setelah aku segera pulang dari sana, baru diberi tahu oleh pemilik kebun bahwa sebelum aku datang sudah terdapat rombongan yang memetik Strawberry sekitar 50 orang.

strawberry

1kg Strawberry

Jadi, bagi kalian yang ingin memetik Strawberry langsung bisa mencari kebun-kebun yang berada di Bedugul ataupun perbatasan Tabanan – Singaraja. Biasanya akan lebih murah bila langsung ke pemilik kebun Strawberry, bukan seperti mengunjungi Agrowisata Strawberry. Semoga informasi ini bermanfaat yah πŸ™‚