Di postingan sebelumnya, aku sudah membahas tempat-tempat yang aku kunjungi. Kali ini aku akan bahas mengenai kunjungan ke Filosofi Kopi, muter-muter di daerah Gunung Merapi, dan apa yang kami lakukan ketika penerbangan kami di cancel karena Bandara Ngurah Rai di tutup.

Filosofi Kopi Yogyakarta

Malam minggu kami nongkrong di Filosofi Kopi. Awalnya enggak ada niat sama sekali ke tempat ini, tepatnya enggak inget. Syukur teman kantor yang ngingetin kalau kami wajib ke Filosofi Kopi mumpung sedang di Yogyakarta (terima kasih Mba Lily hehee). Lokasinya berada di Jl. Pandhawa, Sariharjo, Sleman. Kami berangkat dari apartemen hanya menempuh waktu sekitar 10 menit. Jalannya agak sempit dan kanan kiri terdapat sawah, jadi hati-hati bagi yang membawa mobil. Bila datang dari Jl. Palagan Tentara Pelajar, Filosofi Kopi terletak disebelah kiri.

filosofi kopi jogja

Rumah Joglo

filosofi kopi jogja

Ngopi Cantik

Parkir yang disediakan untuk motor sangat luas dan parkir mobil di pinggir jalan. Aman kok disana terdapat banyak yang mengatur parkir. Filosofi Kopi disini bernuansa rumah Joglo dan benar-benar jauh dari suara bisingnya kendaraan. Menikmati kopi bisa di dalam atau diluar sambil melihat bintang. Suasana asik banget, harga makanan dan minumannya juga tidak terlalu mahal. Mungkin karena hari sabtu, ngantri nya cukup lama berdiri.

Pasar Beringharjo

Kalau liburan di Yogyakarta, wajib yang namanya membeli baju batik dan oleh-oleh bakpia atau yang lainnya. Pasar Beringharjo ini tepat sebelum Meseum Benteng Vredeburg dan sesudah Malioboro. Pasar Beringharjo beralamat di Jl. Jenderal Ahmad Yani No 16, Gondomanan. Pasar ini ramaiiii banget, kami pun bingung mau parkir dimana saat itu. Akhirnya kami parkir mobil di Museum Benteng Vredeburg dengan biaya IDR 10.000, kemudian kami berjalan sebentar menuju Pasar Beringharjo.

pasar beringharjo yogyakarta

Baju & Kain Batik

pasar beringharjo yogyakarta

Makanan dan Oleh-Oleh

Kalau kelaparan, disini banyak tersedia jenis makanan. Terdapat gudeg, nasi campur, sate, dan lainnya. Untuk oleh-oleh makanan juga terdapat bakpia, dodol, keripik buah, dan yang lainnya. Yang enggak pasti kelupaan adalah baju batik. Di sini juga bisa nawar kok, pokoknya borong batik tempatnya ini deh.

Museum Benteng Vredeburg

Mulanya kami tidak ada niat mengunjungi tempat ini. Kami sadar ketika parkir mobil, ternyata parkiran untuk mengunjungi museum. Kami pikir parkir Pasar Beringharjo disini. Wah, kesempatan lah untuk mengunjungi museum ini. Untuk dewasa, tiket masuknya kalau tidak salah ingat sebesar IDR 3.000. Disana kita bisa mengetahui bagaimana bangunan dan sejarah pada masa penjajahan. Lokasi ini juga cocok dipakai foto-foto. Jalan-jalan sambil menambah pengetahuan kita kan seru juga 🙂

museum benteng vredeberg

Benteng Vredeberg

museum benteng vredeberg

Halaman Tengah

Malioboro

Kawasan Malioboro sudah pasti enggak asing lagi. Terdapat banyak makanan dan menjual oleh-oleh. Yang pasti sepanjang jalannya sangat macet. Kami sempat membeli Gudeg Ayam disana, di bawah pohon beringin dan yang jualan banyak banget. Dengan menu Nasi Gudeg Ayam dan Es Teh dengan biaya sebesar IDR 25.000. Untuk parkir mobil sudah pasti rada susah, waktu itu kami parkir mobil di depan hotel dan aku lupa nama hotelnya apa. Jadi disana banyak banget orang yang berjalan kaki. Disana juga ada jual lumpia yang ukurannya besar itu. Pengen beli tapi enggak kesampaian. Sedihhhh 🙁

makanan di malioboro

Nasi Gudeg Ayam

Stonehenge Cangkringan Sleman

Stonehenge Cangkringan Sleman terletak di Jl. Petung Merapi, Kepuharjo, Sleman. Stonehenge adalah situs prasejarah yang merupakan peninggalan manusia jaman dulu kala. Disana terdapat batu-batu besar yang berdiri membentuk lingkaran, dimana batu-batu tersebut merupakan sisa erupsi dahsyat Gunung Merapi pada tahun 2010.

Kawasan Gunung Merapi Kaliurang

Kawasan Gunung Merapi Kaliurang

Kami berangkat dari apartemen menuju Stonehenge kurang lebih sekitar sejam. Sialnya, kami dibawa berputar-putar oleh Google Maps dan hujan deras banget. Alhasil kami gagal untuk selfie ria di Stonehenge. Kebetulan memang lagi musim hujankan, jadinya udah capek dibawa muter-muter dan hujan.

Baca Juga : Liburan di Yogyakarta 4D3N Part 2

Jogja City Mall

Karena hujan yang tidak berhenti, dan kami sudah gagal untuk ke Stonehenge, maka kami coba untuk mengunjungi Jogja City Mall. Mall ini terletak di Jl. Magelang Km 6 No.18 Sinduadi, Sleman. Mallnya ini sangat luas, apalagi dalam satu areanya memang terdapat hotel, yaitu The Sahid Rich Hotel Yogyakarta. Saat kami disana, sedang ada acara dengan bintang tamunya Kick Andy. Acara dari Opening Kampus II Universitas Widya Mataram Yogyakarta di Lantai 1 Jogja City Mall oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Mahfud MD.

Jogja City Mall

Jogja City Mall

Selama disana kami hanya melihat-lihat dan makan siang disana. Sekalian mengunjungi Starbucks untuk membeli Kartu Starbucks Edisi Yogyakarta karena titipan teman. Cuaca yang masih hujan deras dan kami kelelahan, sehingga kami memutuskan untuk kembali ke apartemen untuk beristirahat. Hujanpun enggak berhenti sampai malam hari, temanku juga demam. Kami memutuskan malam itu enggak kemana-mana, leyeh-leyeh di kamar dan kebetulan aku musti nonton Final AOV International Championship (AIC) 2017. Tetapi malam itu kami rada sedikit takut, karena salah satu teman kantor penerbangannya di cancel malam itu (26 Nov 2017) karena erupsi Gunung Agung.

Keberangkatan JOG – DPS 27 Nov 2017

Malam itu, 26 Nov 2017, kami selalu buka facebook dan instagram untuk mengetahui lebih cepat mengenai keadaan Gunung Agung dan Bandara Ngurah Rai. Salah satu teman kantorku penerbangannya di Cancel, sehingga ia menjadwalkan ulang penerbangannya untuk esok pagi. Kami sudah ngobrol nalur ngidul malam itu dan berharap kami besok pagi masih bisa beli oleh-oleh dan kembali ke Bali dengan selamat tanpa penerbangan yang dibatalkan.

Keesokan paginya, kami bangun pukul 6 AM WIB. Langsung buka instagram dan aku lihat di instagram @infodenpasar bahwa Bandara Ngurah Rai ditutup hari ini (27 Nov 2017) dan belum ada kepastian apakah akan dibuka keesokan harinya. Dalem hati, mampussss daahhhh ini. Lalu kami cek kode penerbangan kami di Google, statusnya masih on scheduled. Cuma karena Bandara Ngurah Rai sudah jelas ditutup, kami segera bergegas ke Sales Office Air Asia di Bandara Adi Sutjipto untuk refund tiket. Selama perjalanan kami udah panik banget, dapet atau enggak tiket bus apalagi jalanan macet. Akhirnya kami dapat tiket bus Yogyakarta – Denpasar menggunakan Gunung Harta dengan biaya IDR 270.000. Tetapi waktu keberangkatannya mepet banget, jam 12 PM. Di Bandara, kami susah mencari parkir mobil sehingga mau gak mau harus ambil Valet Parking dan bayarnya IDR 30.000.

gunung harta bus

Perjalanan JOG – DPS

Sesampai di Sales Office Air Asia, kami mau reschedule penerbangan dari Yogyakarta ke Surabaya. Sialnya, Air Asia tidak ada penerbangan dari Yogyakarta ke Surabaya. Akhirnya kami meminta refund, tetapi tidak berupa cash. Refund yang dimaksud adalah uang akan masuk ke akun Air Asia Member masing-masing alias Deposit. Deposit ini hanya bisa digunakan maksimal 90 hari dari tanggal 27 Nov 2017. Bayangkan, aku mau kemana dalam 3 bulan ke depan. Padahal aku tadi mengira uang refund akan aku gunakan untuk membeli tiket bus. Kami hanya bisa pasrah, yasudahlah. Kami cepat-cepat kembali ke apartemen untuk proses check out dan sekalian pengembalian mobil. Kami benar-benar naik bus tujuan Yogyakarta – Denpasar pada pukul 1 PM WIB.

Perkiraan waktu perjalanan bila lancar adalah 18 jam, kurang lebih tanggal 28 Nov 2017 pagi sudah sampai di Terminal Mengwi, Badung. Kenyataannya, kami baru sampai terminal pada pukul 12.45 PM WITA. Bus yang kami tumpangi terjebak macet pada malam hari di wilayah Sidoarjo. Kami baru menyebrangi laut kalau enggak salah pukul 7 AM WIB. Terpaksa kami harus mengambil cuti atau unpaid leave karena pasti bakalan sampai rumah siang atau sore. Kenyataannya, aku baru sampai rumah pukul 2.36 PM WITA karena Denpasar macet. Sampai rumah langsung makan dan tidur. Lelah sangattt selama di bus.

Kali ini, sialnya juga mengalami hal yang aneh selama di bus. Bau kaki kembali lagi. Sebelumnya kami mencium itu saat penerbangan, kali ini kami juga mengalami itu di bus. Ya Tuhan, cobaan apa ini hahahaa. Kami berangkat maupun pulang itu benar-benar mabuk karena bau kaki. Mungkin bagi para penumpang bus atau pesawat, kasihanilah para penumpang lain jika mereka mencium bau kaki kalian selama perjalanan. Pakailah sepatu dan kaos kaki baru yang wangi, biar gak mabokkk ehehehhee.

Baca Juga : Liburan di Yogyakarta 4D3N Part 1

Begitulah cerita seru dari Liburan di Yogyakarta selama 4 hari 3 malam. Penuh pengalaman unik seperti bau kaki selama perjalanan, pembatalan penerbangan karena erupsi Gunung Agung, mengambil keputusan yang tepat dalam keadaan darurat, dan kesasar di kawangan Gunung Merapi. Ini benar-benar pengalaman yang gak bisa aku lupakan dan bisa diceritakan kepada anak cucu nanti (cieileeee pacar aja kagak punya wkwkw). But, thanks Yogyakarta. Kota ini memang cocok dijadikan tujuan liburan dan akan lebih enak ketika enggak musim hujan. 🙂