Hello Bloggers, kali ini aku akan menceritakan pengalamanku Trip to Malaysia selama 5 hari 4 malam. Perjalanan ini aku lakukan bersama dengan ibuku dan keluarga temen kantorku, jadinya kesana kemarinya rame-rame. Jalan-jalan ke Malaysia ini aku lakukan pada tanggal 12 Jan – 16 Jan 2017. Disini yang bakalan aku bahas mulai dari persiapan, apa saja yang aku bawa, bagaimana biaya transportasi dan makan disana, tempat menginap, dan tempat wisata yang aku kunjungi. Semoga artikelku ini bisa membantu kalian yang ingin jalan-jalan ke Malaysia yah ๐Ÿ™‚

1. Persiapan Trip to Malaysia

Hal pertama yang perlu di persiapkan adalah tiket penerbangan. Kebetulan waktu itu aku dapat promo, tetapi waktu temenku beli tiketnya jauh lebih murah dari waktu aku beli, karena aq belinya 6 bulan sebelum penerbangan. Sedangkan temanku jauh lebih dahulu lagi belinya. Wow, amazing excelent ! ๐Ÿ˜€ Tiket pulang pergi Denpasar – Kuala Lumpur – Denpasar menggunakan Air Asia sebesar Rp 1.450.000 . Tetapi harga tiket ini belum termasuk biaya bagasi dan makanan, tetapi sudah termasuk biaya asuransi penerbangan.

Hal kedua adalah berat bagasi yang akan kamu bawa. Dari awal kamu wajib mengira-ngira kira berapa beban bagasi yang akan dibawa, karena hal itu mempengaruhi biaya yang akan kamu keluarkan. Kalo beli di awal kan jauh lebih murah. Karena aku udah pernah mengalami kelebihan bagasi dan dikenakan biaya mahal banget dan itu penerbangan domestik. Bandingkan jika hal itu terjadi pada penerbangan domestik. Berapa biaya yang akan dikenakan?

Baca Juga : Biaya Kelebihan Bagasi Penerbangan

Hal ketiga adalah makanan saat penerbangan. Apakah mau makan dulu sebelum penerbangan? Atau mau membawa makanan untuk di makan saat di pesawat? Atau mau pesan langsung sama maskapainya? Kalau aku lebih memilih langsung memesan sama Air Asia, lebih praktis dan tidak repot.

Kuala-Lumpur-KL-LRT-Train-Map-2016

Kuala Lumpur Train Map

Hal keempat adalah jumlah bagasi atau koper yang akan dibawa. Apakah semuanya akan menjadi bagasi tercatat atau juga akan membawa koper kabin. Saat itu aku pribadi membawa 1 koper tercatat dan 1 koper kabin. Tujuannya aku membawa koper kabin adalah untuk menyimpan oleh-oleh nanti yang akan dibeli, makanan, dan dokumen-dokumen penting yang harus dibawa.

Hal kelima adalah uang Malaysia atau Malaysian Ringgit. Bisa disingkat MYR atau RM. Perkirakan berapa uang yang akan dibawa sehingga dari jauh-jauh hari sudah bisa menukar MYR di money changer. Karena saat itu aku dan temanku agak susah mencari MYR.

Baca Juga : Tips Persiapan Sebelum Bepergian ke Luar Negeri

Hal keenam adalah beberapa hal penting yang bisa dibawa. Misalkan note kecil untuk tujuan mencatat sesuatu yang penting, buku bacaan, botol minum kosong, pulpen, charger hape dan lain-lain. Lebih baik agar persiapan lancar dibuatkan checklist untuk semuanya. Untuk menghindari barang yang terlupakan yah.

2. Keberangkatan di Ngurah Rai International Airport

Tiket yang aku beli adalah keberangkatan pada pukul 6 AM awalnya. Cuma kalau enggak salah ingat, 3 bulan sebelum penerbangan aku mendapatkan informasi melalui SMS dan Email dari Air Asia bahwa penerbangan diubah yang awalnya jam 6 AM menjadi 7.50 AM. Idealnya, 3 jam sebelum penerbangan internasional kita diharapkan sudah berada di Airport. Tetapi aku berangkat pukul 5 AM dari rumah menggunakan taksi Blue Bird yang udah aku booking H-1. Kebetulan rumahku dekat dengan bandara. Dengan keadaan yang masih pagi dan sudah pasti terhindar dari yang namanya kemacetan, jadi 15-20 menit sudah sampai.

Sampai Airport langsung menunjukkan epaspor dan tiket pada petugas terminal internasional. Kemudian setelah di cek kami langsung menuju check-in counter. Lalu setelah selesai mendapatkan boarding pass dan menyerahkan bagasi tercatat, lalu kami melewati bagian imigrasi. Setelah mendapatkan cap lalu kami berjalan agak jauh untuk sampai ke Boarding Gate. Udah ngantuk banget tapi tetep enggak bisa tidur, berharap setelah berada di dalam pesawat bisa tidur nyenyak.

Gate 9 International Departure Ngurah Rai International Airport

Gate 9 International Departure Ngurah Rai International Airport

3. Perjalanan DPS – KUL Air Asia QZ 550 12 Jan 2017

Saat baru masuk ke pesawat, bakalan di cek ulang boarding dan paspornya. Setelah itu kalau bawa barang tinggal di tempatkan dibagasi atas kita duduk atau di bawah di depan kita duduk. Syukurnya waktu itu ada yang bantuin aku untuk naruh koper kabinku diatas. Lalu dijelaskan tentang petunjuk keselamatan. Setelah take off, para pramugari membagikan makanan bagi penumpang yang telah memesan. Setelah selesai, mereka menjual semacam snack dan barang-barang duty free. Sesaat sebelum mendarat, mereka menjelaskan bahwa imigrasi Malaysia akan melakukan scan fingerprint. Hal ini pernah diberitahu juga oleh temanku yang lain yang sudah pernah jalan-jalan ke Malaysia.

4. Kedatangan Kuala Lumpur International Airport Terminal 2 (KLIA2)

Dari keluar pesawat sampai ke tempat imigrasi, jalannya jauuuhhhh banget ๐Ÿ˜€ Bagi yang kebelet pipis, mending pipis dulu deh. Sebelum sampai ke bagian imigrasi, sudah ada counter yang menjual nomor dengan operator yang ada di Malaysia. Waktu itu aku langsung membeli 2 perdana Maxis yang total harganya MYR 60. Sudah lengkap dengan pulsa MYR 13 (kalau enggak salah ingat), paket internet, gratis kuota yang banyak. Sebelum membeli, aku juga ditanyakan berapa lama tinggal di Malaysia. Lalu pihak yang jual langsung mengatakan bahwa yang harganya MYR 30. Simcard nya sudah tinggal pasang aja kok. Syaratnya juga tinggal menunjukkan paspor terus bayar. Beres deh.

Pas di imigrasi, aku mengambil antrian yang ada tulisan ASEANnya. Rameeeee bangets ! ๐Ÿ˜€ Lama berdirinya. Saat udah giliran, aku cuma ditanyakan berapa lama tinggal di Malaysia, tidak diminta untuk scan fingerprint, dan langsung di cap. Ayeeeee, langsung cus ngambil bagasi ๐Ÿ™‚

5. Perjalanan ke KL Sentral menuju Mirage Residences

Nah kali ini menjadi perjalanan yang sangat melelahkan. Saat itu cuaca panas banget. Lengkap sudah. Jadi setelah mengambil bagasi, kami membeli tiket bus tujuan KLIA2 ke KL Sentral seharga MYR 12 per orang sekali jalan. Saat itu kami enggak beli return ticket, hanya sekali jalan saja. Jalan dari tempat pembelian tiket menuju terminal bis juga cukup jauh. Jadi jangan lupa tanya jam keberangkatan bis agar tidak sampai ketinggalan ya ๐Ÿ˜€ Waktu itu kami sampai lari-lari takut ketinggalan. Baru nyampe Malaysia udah olahraga lari ๐Ÿ˜€

Sampai di bis, tinggal tunjukkan tiket. Koper semua di taruh di bagasi dan tempat duduknya bebas dimana aja. Perjalanan dari KLIA2 menuju KL Sentral kurang lebih 60 menit. Jadi lumayan dipakai tidur hahaha. Sebelum tidur aku mengganti simcard ku menjadi Maxis. Biar bisa check-in, upload foto, dan komunikasi dengan teman-teman di Denpasar. Ciyeeee ๐Ÿ˜€

Sesampainya di KL Sentral, kemudian bingung lagi dah cari Food Court nya dimana ahahaha. Luas banget. Namanya juga KL Sentral, jadi bener-bener pusat transportasi LRT, KTM, Bus, dan KLIA Express. Disitu juga ada mall. Jadi kami makan di Food Court yang terletak di NU Sentral yang berada di dalam KL Sentral. Menurutku makanan disini udah enak dan murah. Makanan favorite ku adalah di Pepper Lunch Express. Waktu itu aku dengan ibu memesan 2 menu Chicken Pepper Rice denga biaya sebesar MYR 28.20. Minumannya kami beli di tempat terpisah, 1 Jumbo Milo Dino dan 1 Mineral Water sebesar MYR 8. Entah kenapa setiap ke KL Sentral kalau makan, pasti pilih tempat itu hahaha. Dan jangan lupa ditemani oleh Jumbo Milo Dino. Enaaaaakkkkk ๐Ÿ™‚

Quizinn Food Court NU Sentral

Quizinn Food Court NU Sentral

Chicken Pepper Rice - Pepper Lunch Express

Chicken Pepper Rice – Pepper Lunch Express

Saatnya harus ke apartemen dulu, dari KL Sentral menuju KLCC menggunakan LRT. Disini kita harus paham dulu membaca map LRT dan KTM. Saat itu aku dari KL Sentral menuju KLCC menggunakan LRT dengan tujuan LRT ke Putra Heights. Jadinya dari KL Sentral melewati beberapa station untuk sampai ke KLCC Station, yaitu Pasar Seni, Masjid Jamek, Dang Wangi, dan Kampung Baru. Cara membayar untuk menggunakan LRT dan KTM bisa menggunakan kartu Rapid KL atau Touch n Go. Yang aku gunakan kartunya adalah Touch n Go. Kartu ini aku belinya di KL Sentral Lantai 3 kalau enggak salah. Harga kartunya MYR 10 dan top up saldonya MYR 10, jadinya totalnya MYR 20.

Setelah tiba di KLCC, tepatnya di Suria KLCC Mall, kami mencari uber untuk ke Mirage Residences. Nunggunya lamaaaa banget, entah kenapa selalu bermasalah dengan GPS. Musti banyak tarik nafas akhirnya kami tiba di Mirage Residences dengan biaya Uber sebesar MYR 3. Setibanya kami di Mirage Residences, kami menunggu bagian agent apartment untuk melakukan transaksi pembayaran dan deposit. Waktu itu kami diminta deposit sebesar MYR 600 dan akan dikembalikan ketika check out. Tujuan deposit adalah bila ada kerusakan dan hilang maka uang deposit itu yang akan digunakan untuk mengganti barang yang rusak atau hilang tersebut.

Satu apartemen terdiri dari 3 kamar. 2 kamar merupakan kamar yang memiliki kamar mandi di dalam, sisanya 1 kamar memiliki kamar mandi di luar. Apartemennya bersih dan lumayan bagus. Sudah tersedia dapur dengan alat memasak, kulkas, hair dryer, setrika, tempat setrika, mesin cuci, meja makan, tisu yang akan i refill setiap harinya. Hanya satu saja yang kurang, enggak ada tempat penjemuran dan detergen, ehhehee. Detergen silahkan di beli di supermarket terdekat ya, karena seperti 7 Eleven maupun Watson enggak ada jual detergen.

Lalu aku langsung memindahkan semua pakaian di koper ke lemari di kamar. Lemarinya besar, cuma untuk gantungan bajunya sangat sedikit. Oh ya, hanya ada satu kamar yang berisi bathtub, dan kamarku enggak isi bathtub huhuhu. Lalu kami semua beristirahat dan bersiap-siap jalan kaki menuju Petronas Twin Towers.

6. The Petronas Twin Towers

The Petronas Twin Towers

The Petronas Twin Towers

Kami berjalan kaki dari Mirage Residences menuju The Petronas Twin Towers kurang lebih sekitar 20 menitan. Lumayan di sore hari sekalian olahraga yah hahaha. Tapi saat itu sedang ada pembangunan di pinggir jalan, jadi jalannya agak susah dan penuh debu. Setiba disana, lokasi sudah penuh dengan banyak orang yang selfie ria dan pada bawa tongsis hehehe. Saranku yah, jangan lupa bawa tongsis yah ๐Ÿ™‚ Selain Petronas, disana juga ada air mancur yang besar. Ada yang berani fotoan di tengah-tengahnya air mancur. Pokoknya ini tempat cocok banget deh buat selfie, apalagi pada malam hari.

7. Suria KLCC

Di Suria KLCC, di bagian luarnya kami menonton KLCC Lake Symphony. Cocok banget nonton ini bersama keluarga. Atraksi air mancur yang berbeda-beda dengan warna yang berbeda-beda juga. Atraksi ini diiringi juga dengan lagu. Waktu itu aku gak selfie, cuma foto dan merekam atraksi tersebut. Kalau enggak salah ingat acara ini dimulai pada pukul 8 PM. Setelah menonton itu, kami mencari food court di Suria KLCC untuk dinner.

KLCC Lake Symphony

KLCC Lake Symphony

Food court di Suria KLCC terletak di Lantai 2. Disana banyak banget tersedia seperti chinese food dan fast food. Waktu itu kami membeli makanan di resto yang bernama Wok & Grill. Makanannya lumayan kok, aku belinya nasi dengan daging ayam yang diberikan saus blackpepper dengan harga sebesar MYR 28.50 untuk 2 porsi. Selain itu aku beli Roasted Chicken Sandwich di Subway dengan biaya sebesar MYR 12.20 untuk sandwichnya aku bawa pulang. Menurutku rasanya enak hehehe, jadi inget sama drama Goblin, Subway merupakan salah satu sponsor drama tersebut. Setelah berbelanja di Subway, kami semua kembali ke apartemen menggunakan Uber Taxi. Kami semua beristirahat untuk esok hari jalan-jalan ke Batu Caves Hindu Temple.

8. Batu Caves Hindu Temple

Yey tiba hari dimana kami akan ke Batu Caves. Dari Mirage Residences, kami langsung memesan Uber untuk tujuan ke Ampang Park Station dengan biaya sebesar MYR 12. Lalu di Ampang Park Station, kami masih mampir ke 7 Eleven untuk beli air. Selain 7 Eleven, di Ampang Park Mall juga terdapat Fast Food Restaurant seperti KFC, McDonalds, dan Pizza Hut. Tetapi kami tidak memilih sarapan disana, kami lebih memilih sarapan di KL Sentral saja. Jadi dari Ampang Park Station kami naik LRT menuju KL Sentral.

Breakfast at NU Sentral

Breakfast at NU Sentral

Setiba di KL Sentral, seperti sebelumnya kami sarapan di Quizinn Food Court NU Sentral. Makanan favoriteku, di Pepper Lunch Express baru buka jam 10.30 AM, jadinya aku sarapan seperti mie kuah. Lumayan enak dengan daging yang sangat banyak. Menunya adalah Mee Sup Ayam seharga MYR 16.70 untuk 2 porsi. Minumannya? Seperti biasa, Jumbo Milo Dino, benar-benar minuman favorite aku selama di Kuala Lumpur, hahaha. Seperti biasa, minumanku enggak habis, jadi aku bawa selama perjalanan ke Batu Caves. Perlu diketahui, tidak boleh ada makanan atau minuman yang jatuh di dalam LRT, KTM, dan Monorail karena akan dikenakan denda. So, hati-hati ya selama naik transportasi tersebut, harus menjaga barang bawaan kita terutama makanan agar tidak tumpah maupun kecopetan uang.

Setelah selesai sarapan, kami menuju ke KTM Station. Kereta yang datang tidak secepat LRT, waktu itu menunggu agak cukup lama. Karena bila kita menggunakan KTM ada jam-jam tertentu kereta akan datang dengan tujuan tertentu. Disana tempat duduknya juga sedikit. Waktu itu aku lupa berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menunggu kereta dengan tujuan Batu Caves. Dari KL Sentral, kita melewati beberapa station yaitu Kuala Lumpur, Bank Negara, Putra, Sentul, Batu Kentonmen, Kampung Batu, Taman Wahyu, dan kemudian baru sampai di Batu Caves.

Suasana dalam KTM Tujuan Batu Caves

Suasana dalam KTM Tujuan Batu Caves

Setelah tiba di Batu Caves Station, kami langsung melihat patung Dewa Murugan yang sangat tinggi. Kami berjalan sebentar untuk sampai ke Patung Dewa Murugan, melewati beberapa pedagang oleh-oleh dan makanan. Disana ada beberapa kuil, aku dan ibuku sempat mengambil foto dengan latar Patung Dewa Hanoman yang besar juga. Lalu juga ada kuil yang sangat besar. Lalu berjalan sedikit lagi dan sampailah melihat Patung Dewa Murugan.

Lord of Murugan Statue Batu Caves Temple

Lord of Murugan Statue Batu Caves Temple

Sebelah Patung Dewa Murugan juga terdapat tangga yang banyak untuk mencapai goa yang berada di atas. Karena aku enggak berani, selain itu juga karena lututku masih sakit, jadinya yang kesana hanya ibu dan temanku. Aku di bawah bersama ibu temanku dan salah satu anaknya hahaha. Kata ibuku, diatas ada kuil lagi dan bagus pokoknya. Sayang banget aku nya takut buat naik tangga setinggi itu huhuhu.

Disana juga banyak sekali burung merpati. Jadi ada orang yang memberikan makanan, dan merpati-merpati itu langsung terbang berhamburan. Cocok banget yang mau fotoan sama burung merpati wkwkwk. Selain itu juga kita bisa mencoba kuliner india, seperti ada yang menjual kue ladu. Kalau enggak salah juga ada pasarnya, cuma aku enggak ke sana. Dan hati-hati disana ada banyak monyet hehe. Kalau bisa bawa buah pisang buat dikasi ke monyetnya. Ada monyet yang bawa anak loh, hmm waktu itu aku dimintain makan sama salah satu monyet disana. Cuma enggak bawa apa-apa akunya ?

Pigeons at Batu Caves

Pigeons at Batu Caves

9. Central Market dan Watson

Setelah puas selfie dan bermain sama burung merpati yang lucu disana, kembalilah kami mencari KTM. Sebelumnya waktu kami tiba di Batu Caves Station, kami membeli tiket balik KTM seharga MYR 5 untuk 2 adult karena saldo di Touch ‘n Go Card kami habis. Lupa topup di 7 Eleven. Jadinya kami beli tiket, tiketnya berupa coin kecil berwarna kuning. Dari Batu Caves menuju Central Market, pertama kita berjalan kurang lebih selama 7 menit atau sekitar 500 meter untuk sampai ke Batu Caves Station. Lalu naik KTM dan melewati beberapa station seperti Taman Wahyu, Kampung Batu, Batu Kentonmen, Sentul, Putra, Bank Negara, dan berhenti di Kuala Lumpur Station. Lalu lanjut berjalan kaki sekitar 9 menit atau sekitar 700 meter dan tibalah di Central Market.

Di Central Market, banyak banget pilihan oleh-oleh yang bisa dibeli. Seperti gantungan kunci Malaysia, gantungan kunci yang sekaligus isi potongan kuku, miniatur ikonnya Kuala Lumpur, mug, baju, coklat, makanan khas disana, buah-buahan, bahkan ada kue Putu lohhh seharga MYR 3 untuk 1 porsinya dan kue Putu nya dengan ukuran besar. Disana, di toko Choc Boutique ada banyak jenis coklat. Disana sih aku borong coklat almond buat oleh-oleh untuk temen kakakku, dan aku nyesel banget enggak beli dark chocolate yang banyak. Padahal rasanya enak banget tapi aku cuma beli 1 toples aja, sedihhhh. Dan disana juga ada coklat kerikil. Aku lupa nanya di toko Choc Boutique harga sekilo coklat kerikil berapa, aku sempat bertanya di toko sebelahnya harga perkilo nya MYR 60. Tapi aku disini beli yang bungkus kecil seharga MYR 7.90. Rasanya enak kok, benar-benar bentuknya seperti kerikil.

Breakfast at NU Sentral

Kue Putu di Central Market Kuala Lumpur

Karena bawa coklatnya terlalu banyak dan berat banget, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke apartemen menggunakan Uber. Dan seperti biasa, nunggu Uber lama karena masalah GPS. Selama perjalanan pulang, kami mampir ke Watson dulu yang berlokasi di Megan Avenue II, berdampingan dengan Starbucks Coffee, dan sangat dekat dengan apartemen. Kami berencana membeli detergen tapi sayangnya enggak ada, wajar sih soalnya kan Watson itu apotek, jadi kami membeli air minum dan minuman vitamin C dan kami lanjut pulang. ย Di Watson, aku membeli 3 air mineral ukuran 1.5L dan 2 minuman rasa jeruk seharga MYR 13.20. Setelah kami sampai di apartemen, kami mandi dan beristirahat sebentar. Kami berniat untuk mencari makan malam di Suria KLCC.

10. Dinner Nasi Padang

Berhubung cidera lututku sakitnya lagi kumat, kami memutuskan untuk memesan Uber. Tetapi sepanjang jalan Yap Kwan Seng benar-benar macet parah. Jadinya kami berjalan sebentar menuju Tea Garden, tetapi yang ada Tea Garden tutup. Hmm akhirnya kami berjalan lagi melihat restoran nasi padang, yaitu Restoran Padang Puti Bungsu Batam Kuala Lumpur.

Waktu itu aku dan ibuku hanya memesan 2 iced lemon tea, 2 nasi, 1 piring kecil udang, 2 ayam goreng, 1 piring kecil sayur, 2 perkedel, dan 1 piring kecil sambal hijau, menghabiskan biaya sebesar MYR 59 atau setara dengan IDR 177.000 ๐Ÿ˜€ Wwkwkwkw setelah pikir-pikir lebih baik cari makan di KL Sentral atau di Suria KLCC aja, selain banyak pilihan malah jatuh lebih murah. Setelah selesai makan malam, kami berjalan ke Starbucks Coffee dan 7 Eleven yang berlokasi di Megan Avenue II yang jaraknya dari Restoran Padang Puti Bungsu Batam hanya memakan waktu 2 menit dengan berjalan kaki.

11. Starbucks dan 7 Eleven

Setelah berjalan 2 menit dari Restoran Padang, akhirnya sampai juga di Starbucks Coffee Berjaya. Yang pertama kali aku cari adalah tumblernya hahaha. Karena aku koleksi tumbler dan Starbucks Card nya juga, dan tumbler yang aku taksir mahal banget dah. Kalau pakai mata uang rupiah jadinya sekitar setengah juta. Jadinya aku enggak jadi buat beli tumbler, langsung pindah ke daftar Starbucks Card. Setelah aku muter-muter mikir kesana kemari, akhirnya aku memilih membeli Starbucks Card yang Year of Rooster. Biaya yang dibutuhkan adalah MYR 30 langsung menjadi saldo di kartunya. Sama seperti di Starbucks Indonesia. Kalau di Indonesia biasanya biayanya IDR 100.000, dan sekalian aku membeli minuman kalau enggak salah namanya Black Tea Latte.

Setelah minuman jadi, kami mampir ke 7 Eleven yang berlokasi tepat di belakang Starbucks. Disana aku dan ibuku membeli kopi, pop mie, dan roti coklatย dengan total belanja sebesar MYR 15.25. Pop mie nya berasal dari Indonesia loh. Kue yang aku beli juga enak, Chocolate Muffin. Lumayan buat ganjel perut kalau di tengah perjalanan. Lalu diajak bicara dengan 2 satpam yang sedang berbelanja di 7 Eleven juga. Bingung banget aku kalau pakai Bahasa Melayu apalagi bicaranya cepet banget. Jadinya aku jawab pakai Bahasa Inggris, padahal aku enggak terlalu bisa Bahasa Inggris hahahaa. Akhirnya kami kembali berjalan ke Mirage Residences, kurang lebih memakan waktu 15 menit. Waktu itu jalannya agak lambat karena becek habis hujan.

12. Thean Hou Temple

Keesokan harinya tujuan kami berikutnya adalah Thean Hou Temple. Pertama kami dari apartemen memesan Uber untuk diantarkan ke Thean Hou Temple. Aku lupa biaya Uber yang dikeluarkan untuk ke Thean Hou Temple dari Mirage Residences. Setiba disana, kami melihat Patung Dewi Kwan Im yang berisi kolam dengan ikan yang besar. Selain itu juga banyak pohon jeruk yang berada di pot dengan buahnya yang berwana orange dan sangat banyak. Kami mengambil foto dengan latar Patung Dewi Kwan Im dan yang pastinya juga dengan latar pohon jeruk itu. Setelah berjalan lagi kami melihat Patung The God of Marriage.

The God of Marriage

The God of Marriage at Thean Hou Temple

Dewi Kwan Im

Dewi Kwan Im at Thean Hou Temple

Setelah itu juga terdapat patung semua shio, cocok banget mengambil selfie dengan shio masing-masing. Setelah puas bergaya dengan patung shio, enggak lupa ambil foto tepat di depan viharanya. Saat itu juga agak ramai karena ada sepasang pengantin sedang mengambil foto dengan keluarga besar. Di bawah vihara juga ada tempat belanja. Disana ibuku membeli gelang giok dan amplop angpao, sekalian juga aku beli oleh-oleh baju untuk teman kantor. Setelah selesai berbelanja, kami naik ke atas untuk sembahyang.

Donation Box Thean Hou Temple

Donation Box & Dupa di Thean Hou Temple

Tempat Hio di Thean Hou Temple

Tempat Hio di Thean Hou Temple

Disana ada urutan sembahyangnya. Awalnya aku enggak mengerti, aku melihat orang sekitar. Ada salah satu ibu yang baik memberi tahuku. Pertama berikan donasi (kalau di Bali seperti medana punia di pura), setelah memasukkan donasi di kotak uang tersebut, ambil 4 dupa dan hidupkan dupanya. Disana sudah disediakan lilin hidup jadi enggak usah bingung cari korek yah. Lalu berdoa ke arah luar vihara, disana seperti ada tempat besar di luar vihara dan aku enggak tahu apa sebutannya. Setelah berdoa, tancapkan 1 dupa tersebut di tempat itu. Sisa 3 dupa ini, kita berdoa di dalam vihara yang terdapat 3 dewa, karena tulisannya pakai bahasa Cina jadi aku enggak tahu tulisannya apa. Setelah selesai berdoa, maka tancapkan dupa tersebut di tempat dupa di dalam vihara.

Patung Dewa Paling Kiri di Thean Hou Temple

Patung Dewa Paling Kiri di Thean Hou Temple

 

 

 

Patung Dewa Paling Tengah di Thean Hou Temple

Patung Dewa Paling Tengah di Thean Hou Temple

Patung Dewa Paling Kanan di Thean Hou Temple

Patung Dewa Paling Kanan di Thean Hou Temple

Setelah itu aku dan ibuku mengambil ramalan yang ada disana. Kurang tahu berapa jumlah potongan kayunya, setiap kayunya terdapat nomor dan tulisan Cina. Setelah kita mengambil salah satu kayu, aku lihat nomornya, dan mencari laci dengan nomor 54. Ambil 1 kertas karena di kertas tersebut dijelaskan ramalannya dengan Bahasa Inggris. Setelah itu, seperti biasa aku dan ibuku selfie dengan latar dalam dan luar vihara. Setelah puas menikmati keindahan Thean Hou Temple, kami melanjutkan perjalanan ke Petaling Street, China Town nya Kuala Lumpur, menggunakan Uber.

Ciam Si Thean Hou Temple

Ciam Si Thean Hou Temple

13. Petaling Street, China Town

Setelah tiba di Petaling Street, kami disambut dengan wanginya Dendeng Babi disana. Aku nyesel banget belinya sedikit, hanya 100 gram saja. Aku takut kalau beli banyak rasanya enggak enak. Setelah aku coba ketika di Denpasar, wadoowww ternyata enak banget. Jadi pengen hunting tiket ke Malaysia lagi, buat kesana 1 hari aja buat belanja barang-barang yang kurang. Hehehe, lanjut lagi, disana banyak jual baju, tas, makanan, koper, buah-buahan, dan lain-lain. ย Hati-hati sama pedagang disana, beberapa ada yang galak banget, jadi kalau di-galak-in jangan baper ajah yah hehe. Disana aku dan ibuku hanya membeli tas bertuliskan Kuala Lumpur dan Dendeng Babi. Entah kenapa aku merasa lebih enak berbelanja di Central Market, so disini hanya berbelanja sedikit aja.

Petaling Stret Chinatown

Petaling Stret, Chinatown

Disana juga ada 7 Eleven, kami mampir kesana untuk mengisi saldo Touch ‘n Go Card. Top up nya kalau enggak salah bebas berapa aja, cuma waktu itu kami top up sebesar MYR 10. Lalu kami memesan Uber untuk tujuan ke KL Sentral. Kami membeli tiket pulang pergi ke Genting untuk esok hari. Harga untuk 1 adult sebesar MYR 24.60 sudah termasuk naik cable car. Sedangkan untuk dewasa usia 60 tahun ke atas, bisa menggunakan tiket Senior Citizen dengan menunjukkan paspor, biayanya sebesar MYR 22.40. Kami juga mampir ke Burger King untuk membeli makanan untuk di bawa pulang. Lalu kami lanjut naik LRT dengan tujuan Ampang Station. Lalu dari Ampang menuju Mirage Residence menggunakan Uber dengan biaya MYR 3.

14. Alor Night Food Street

Malamnya kami menuju Alor Night Food Street. Sebelumnya, kami berniat untuk pergi ke I-City, tetapi batal berhubung biaya transportasi kesana yang mahal, untuk menikmati keindahan I-City juga harus malam hari, kalau enggak salah sekitar jam 8 PM. Sedangkan esok harinya kami akan ke Genting di pagi hari. Sehingga kami memutuskan untuk malam harinya kami menikmati kuliner di Alor Street. Alor Street berlokasi di Bukit Bintang. Kami kesana menggunakan jasa Uber dengan biaya MYR 10. Cuaca disana kebetulan sedang hujan, jadinya adem banget.

Hokkien Mee Alor Food Street

Hokkien Mee Alor Food Street

Setiba disana, kami sudah disambut dengan wanginya buah durian. Kami menikmati makan malam disalah satu tempat makan yang aku lupa namanya juga. Aku memesan seperti mie dan ibuku memesan nasi uduk dengan ayam plus 2 iced lemon tea, totalnya sebesar MYR 29.20. Tetapi 1 hal yang enggak pernah bisa lupa kalau ke Alor Street ini, dimsumnya enak banget. 1 dimsum seharga MYR 1 setara dengan IDR 3.000, waktu itu aku membeli 10 dimsum dengan daging ayam, daging babi, dan ikan. Sambal untuk dimsumnya juga uenak banget. Pokoknya malam itu perut benar-benar kembung gara-gara dimsum ๐Ÿ˜€

Dimsum Alor Food Street

Dimsum Alor Food Street

Setelah itu kami kembali ke apartemen menggunakan Uber karena hujan dan perut kepenuhan dengan biaya MYR ___. Setelah tiba di apartemen, kami langsung beristirahat karena pagi-pagi sekali kami harus ke KL Sentral dan menuju terminal bis untuk keberangkatan ke Genting Highlands.

Dimsum Alor Food Street

Dimsum Alor Food Street

15. Genting Highlands

Pagi-pagi kami semua sarapan di apartemen. Ada yang makan dimsum dari kemarin dan aku sarapan pop mie plus jajan. Lalu kami memesan Uber untuk diantarkan ke Ampang Station. Tapi kali ini situasi station-nya kok beda ya? Waktu itu kami semua belum ngeh, kalau disana terdapat 2 Ampang Station. Yang pertama, LRT Laluan Ampang, dimana di KL Train Map memakai warna kuning. Sedangkan Ampang Station lainnya LRT Laluan Kelana Jaya yang menggunakan warna merah. Sebelum-sebelumnya kami paling sering menggunakan yang warna merah atau ungu muda.

Setelah kami tiba di KL Sentral, kami langsung ke terminal bus. Keberangkatan kami ke Genting adalah 8 AM. Kami sudah sampai di terminal jam 7.45 AM tetapi penumpang belum di persilahkan masuk ke bis. Kurang lebih jam 7.57 AM baru kami disuruh naik ke bis. Perjalanan kami sekitar 1 jam lebih. Selama perjalanan aku dengan ibuku tidur. Selain menghindari mabuk di jalan, aku juga melihat penumpang-penumpang yang lainnya tidur. Kebetulan akunya juga kurang tidur sebelumnya. Aku lihat pemandangan selama perjalanan, suasanya seperti ke Bedugul, Tabanan, Bali.

Setiba disana, kami turun dari bis dan cuaca disana dingiiiinnn banget. Sama persis dinginnya kaya di Bedugul. Para penumpang bis sebagian besar langsung naik ke lantai 3 (kalau enggak salah ingat) untuk naik Cable Car, yaitu Awana Skyway Genting. Tetapi yang lainnya pada mencari toilet, termasuk kami.

16. Awana Skyway Genting Highlands

Yay, saatnya naik cable car. Jujur, aku deg degan karena aku punya Acrophobia. Saat aku di dalam Cable Car, aku enggak mau lihat ke bawah. Tapi jujur sih pemandangannya bagus banget. Cuma karena aku ketakutan, jadinya enggak terlalu menikmati. Cable Car nya sempat berhenti, dan aku bener-bener kaget. Ya Tuhan aku merem doang gak mau lihat apa-apa hahaha. Mungkin tujuannya adalah agar penumpang dapat menikmati pemandangan dari ketinggian.

17. Theme Park Genting Highlands

Lalu kami masuk ke Theme Park. Disana karena sedang renovasi, jadinya tempat permainan anak-anaknya sangat sedikit. Jadinya temanku dengan anaknya bermain di tempat permainan seadanya, sedangkan aku dengan ibu berjalan-jalan melihat toko-toko untuk membeli oleh-oleh. Kami juga makan siang di sana. Setelah itu kami kembali naik cable car untuk kembali pulang. Tiket kami pulang adalah keberangkatan jam 3 PM. Karena daripada ketemu lama dan juga merasa kecewa, akhirnya kami membeli tiket baru jam 2 PM dengan tujuan Pudu Station. Perjalanan kami habiskan selama 1 jam dan seperti biasa tidur dalam bis. Niatnya kami akan ke Kuala Lumpur City Gallery, hanya saja kami merasa lelah dan akhirnya kami lebih memilih untuk kembali ke apartemen.

Sebenarnya kami mengalami kebingungan, dari Pudu Station menuju Ampang Station, kenapa jalurnya berbeda? Ternyata seperti yang sudah aku bahas sebelumnya, ternyata kami menggunakan LRT Laluan Ampang. Dimana dari Pudu Station, kami melewati beberapa station yaitu Chan Sow Lin, Miharja, Maluri, Pandan Jaya, Pandan Indah, Cempaka, dan Cahaya. Setelah itu kami berjalan kurang lebih 3 menit dan baru tiba di di Stesen LRT Ampang Jalan Ampang. Dari sana kami memesan Uber untuk diantarkan ke Mirage Residences dengan biaya sebesar MYR ___.

Lalu malamnya kami kembali ke Alor Food Street untuk santap malam. Saat itu sedang tidak turun hujan. Dan seperti biasa, kami kembali membeli dimsum tetapi dengan jumlah yang lebih banyak. Malam itu aku jadikan hari dimana untuk benar-benar istirahat, karena lututku makin sakit. Keesokan harinya, temanku dengan keluarganya pergi ke Central Market lagi karena ada barang yang belum di beli. Sedangkan aku dengan ibu lebih memilih diam di apartemen untuk packing.

Sebelum kita berangkat ke KLIA2, kami berkumpul di ruang keluarga untuk mengecek barang-barang agar jangan sampai ketinggalan. Sekaligus menunggu pihak Agent yang janjinya datang jam 1 PM yang ada malah ngaret. Setelah pihak Agent melakukan pengecekan, seperti adakah barang yang hilang atau rusak. Jika ada, maka uang deposit kita sebelumnya akan di potong untuk membayar barang yang hilang atau rusak tersebut. Tetapi karena enggak ada, maka uang kami di kembalikan sebesa MYR 600.

18. KLIA2

baggage

Bagasi Aku dan Ibu

Lalu aku memesan Uber dan temanku memesan Grab untuk ke KLIA2. Sebenarnya untuk ke KLIA2 bisa menggunakan KLIA Express tetapi harus ke KL Sentral dulu. Sedangkan hal itu enggak mungkin kami ambil karena temanku dengan keluarganya membawa barang yang sangat banyak. Kalau aku, dari datang sampai pulang jumlah bagasinya masih sama. Jadinya sebenarnya naik apapun aku dan ibuku bisa.

Naik Uber menghabiskan biaya sebesar MYR ___. Waktu itu kami melewati beberapa kali jalan tol, entah kenapa driver Uber tidak meminta biaya untuk membayar jalan tol. Entah biaya yang aku bayarkan sudah termasuk dengan biaya tol atau belum. Yang penting total biaya yang aku keluarkan sebesar MYR ___. Setiba di KLIA2, aku dengan ibu menunggu temanku dan keluarganya karena mereka belum sampai.

Lalu kami masuk ke KLIA2, aku dan ibu mampir dulu ke Subway untuk makan siang, karena aku dari pagi belum dapat sarapan. Sedangkan temanku dengan keluarganya lanjut jalan karena mereka harus mengurus tempat duduk mereka yang mencar. Kami berjanji akan bertemu di dekat counter check-in. Lalu kami makan siang di Subway dengan menyantap Roasted Chicken Sandwich dan Lemon Tea seharga MYR ___.ย  Lalu aku juga membeli 2 menu Black Forest Ham untuk di bawa pulang.

Subway KLIA2

Subway KLIA2

KLIA2

Papan Penunjuk Arah di KLIA2

Terminal 2 Kuala Lumpur International Airport

Terminal 2 Kuala Lumpur International Airport KLIA2

Seperti biasa, ibuku kalau baru sampai di suatu tempat adalah harus mencari tempat yang namanya toilet. Disana toiletnya banyak dan sangat bersih, so aman banget bagi orang yang kaya aku sebelum buang air kecil harus melakukan ritual terlebih dahulu hahaha. Aku kemana-mana selalu membawa Toilet Seat Sanitizier. Setelah ke toilet, kami berjalan agak cukup jauh untuk ke Counter Check-in. Disana dibagi menjadi beberapa bagian. Untuk tujuan Indonesia, pilih Counter Check-in dengan label U, dan disana terdapat dari U1 sampai U10 kalau enggak salah ingat.

Check-In Counter KLIA2

Check-In Counter KLIA2

Syukurnya berat bagasi kami enggak lebih, jadi udah aman banget rasanya setelah setor bagasi. Lalu aku kontak temanku yang ternyata sedang santap sore di Bumbu Desa. Mereka memilih makan sore saat itu karena mereka tidak memesan makanan selama perjalanan nanti. Karena aku sudah booking meal untuk di dalam pesawat, makanya aku lebih memilih untuk enggak makan dulu. Temanku saat itu ingin langsung ke Gate P3. Tapi aku lihat waktu ternyata masih lama, jadinya temanku dengan keluarganya berjalan menuju Gate P3 sedangkan aku dengan ibuku nongkrong dulu di Starbucks Coffee.

Kenapa aku memilih nongkrong di Starbucks Coffee? Karena aku mau menghabiskan saldo yang ada di kartuku, saldo yang ada di kartu Starbucks yang aku beli di Malaysia tidak bisa digunakan di Indonesia. Maka dari itu aku saat itu membeli minuman favorite ku, yaitu Java Chip Frappuccinno dan Triple Chocolate Cake (kalau enggak salah ingat). Disana aku mendapatkan angpao, bila berbelanja sebesar MYR ___ akan mendapatkan potongan harga sebesar MYR ___ dan hanya bisa digunakan di Malaysia saja. Tapi aku lebih memilih enggak menggunakan diskon itu.

Starbucks Coffee KLIA2

Java Chip Frappuccinno dan Triple Chocolate Cake

Setelah aku merasa jam sudah mau dekat untuk Boarding, aku berjalan dengan ibuku dan harus ke toilet lagi :D. Kami masuk ke Internasional Departure. Kemudianย kami melewati pihak Imigrasi dan dilakukan fingerprint scan. Setelah lewat imigrasi, dilakukan pengecekan barang lagi. Setelah itu menuju ke Gate P3 itu jauuuuuhhhh banget. Dan sempat turun tangga juga, lalu masih berjalan lagi. Dan lagi-lagi, melewati pemeriksaan lagi. Saat melewati pengecekan, alatnya berbunyi padahal aku tidak ada menaruh benda-benda aneh di tubuhku.

Aku ditanyakan ada menggunakan ikat pinggang atau tidak, aku jawab tidak ada. Ternyata apakah penyebab bunyi tersebut? Ternyata penyebabnya adalah paspor eletronik ku (e-passport) hahaha. Setelah lewat, akhirnya aku bertemu dengan temanku dan keluarganya di Gate P3. Kurang lebih menunggu selama 10 menit, akhirnya kami semua boarding. Keberangkatan kami (take off) di jadwalkan pada pukul 6.20 PM dan estimasi sampai di Ngurah Rai International Airport pada pukul 9.25 PM.

Boarding Pass

Boarding Pass To Denpasar

19. Perjalanan KUL – DPS Air Asia AK 374 16 Jan 2017

Setelah selesai take off, pramugari membagikan makanan bagi yang telah memesan sebelumnya. Kebetulan dari Kuala Lumpur ke Denpasar aku memesan Nasi Lemak Pak Nasser. Ueeennaaakk banget, kurang banyak aja. Sedangkan ibuku juga memesan menu yang sama. Setelah selesai makan, pihak pramugara dan pramugari membagikan form bea cukai. Setelah kami selesai mengisi form tersebut, akhirnya kami tidur selama perjalanan.

nasi lemak pak nasser

Nasi Lemak Pak Nasser Air Asia AK 374 16

Ketika aku bangun, mendadak telinga kananku langsung sakit. Biasanya selama ini saat landing aku enggak pernah seperti ini. Kali ini aku benar-benar mengeluh sakit banget kaya mau meledak. Dan misteri ini terungkap ketika esok harinya aku ke Dokter Spesialis THT dan menemukan alasannya. Aku sampai enggak kerja loh saking pusing dan telingaku sakit dan berdengung.

20. Kedatangan Ngurah Rai International Airport

Bahkan sampai di bagian imigrasi telingaku masih sakit. Antara denger atau enggak apa yang dikatakan ibuku, aku berusaha bertahan saat antri pengambilan bagasi. Saat nemu bagasiku, eh ada bagian yang copot di bagian tempat untuk menaruh air minum. Haddeeehhh juengkel banget dah saat itu. Terus aku menggunakan taksi bandara untuk sampai ke rumah dengan biaya IDR 180.000.

Yup, segitu ceritaku jalan-jalan di Malaysia. Sebenarnya masih ada banyak tempat yang ingin aku kunjungi tapi belum kesampaian. Misalkan pengen ke KL Bird Park dan I-City. Semoga ada rejeki biar bisa balik ke malaysia. Ditunggu cerita Trip to Singapore 5D4N nya juga yah ?